Pengembangan Lapangan Migas Pad C Terkendala Pembebasan Lahan
SUARABANYUURIP.COM | 23/02/2021 14:55
Pengembangan Lapangan Migas Pad C Terkendala Pembebasan Lahan
Pengembangan Lapangan Migas Pad C Terkendala Pembebasan Lahan

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Rencana Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Sukowati Field, dalam melakukan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Pad C Sukowati di Desa Banjasari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih terkendala pembebasan lahan.

Sejumlah warga yang tanahnya masuk dalam rencana pembebasan untuk pengembangan lapangan migas Blok Tuban, itu menolak harga yang ditawarkan Pertamina. Mereka meminta harga yang lebih tinggi, dan hingga saat ini belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak.

Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Huda mengungkapkan, dalam pertemuan terakhir antara warga pemilik lahan di Desa Banjarsari dengan pihak PEP 4 Sukowati belum terjadi kesepakatan harga untuk penggantian lahan pembebasan. Sekira seluas 4,8 hektar lahan persawahan yang terkena rencana untuk pengembangan lapangan Pad C oleh PEP Asset 4 Sukowati.

"Pertemuan terakhir tahun 2020 lalu belum terjadi kesepakatan harga. Sampai hari ini kami belum mendapat informasi lebih lanjut terkait rencana kedepan mengenai hal itu," ungkap Huda, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (23/02/2021).

Sementara perwakilan warga pemilik tanah, Sugeng, mengatakan, dalam pertemuan antara pihaknya dengan Pertamina, kesepatakan harga tidak terjadi lantaran warga pemilik lahan meminta harga yang lebih tinggi dari yang ditawarkan Pertamina.

"Saya hanya menjembatani para warga pemilik lahan. Pada saat itu Pertamina menawarkan harga 450 ribu per meter persegi (m2). Tetapi warga menolak dengan berbagai alasan," ujar Sugeng.

Pemilik lahan, kata Sugeng, meminta harga lebih tinggi, dengan nominal bervariasi. Mulai Rp. 1 juta hingga Rp. 4 juta.

"Pihak Pertamina belum ada kata sepakat tentang permintaan harga tersebut," tandasnya.

Sementara Humas Pertamina EP Asset 4 Sukowati, Angga Arya, sedang berupaya dikonfirmasi terkait hal tersebut.(fin)