Himbau Naker Migas Tak Nongkrong di Warung
SUARABANYUURIP.COM | 29/03/2020 00:27
Himbau Naker Migas Tak Nongkrong di Warung
Himbau Naker Migas Tak Nongkrong di Warung

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko 

Bojonegoro - Wabah corona atau Covid 19 menjadikan momok yang luar biasa di masyarakat karena keganasannya bagi seseorang yang terpapar. Wabah tersebut juga telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk mengantisipasi dan memutus penyebaran virus mematikan ini, Kepolisian Sektor (Polsek) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghimbau kepada seluruh masyarakat Gayam khususnya, dan para tenaga kerja (Naker) minyak dan gas bumi (Migas) umumnya untuk tidak melakukan nongkrong di warung kopi seperti biasanya. Baik naker dari proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) maupun naker lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu.

"Wabah ini sudah atensi pemerintah. Jadi masyarakat sekitar maupun naker migas yang ada disini jangan ada yang bergerombol nongkrong di warung kopi. Tujuannya untuk pencegahan penyebaran virus corona," kata Kapolsek Gayam AKP Harjo, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (28/3/2020).

Di singgung adanya warga yang mengaku dari Aliansi Masyarakat Peduli Penyebaran Virus Corona memasang spanduk tuntutan terhadap JTB dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di area proyek pemasangan pipa Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam.

Mantan anggota Densus 88 ini menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan mereka itu bukan aksi unjuk rasa, namun hanya pemasangan banner yang arahnya meminta pihak yang terlibat di proyek JTB untuk ikut peduli dalam menyegah penyebaran virus corona, dan bukan menghentikan aktivitas proyek.

Mengingat pencegahan telah diawali dari Polsek dengan gerakan massal secara serentak penyemprotan disinfektan dan dilanjutkan gugus kecamatan dan desa. Sekarang dilaksanakan setiap desa secara masif, dan dibentuk posko per desa yang bertujuan sayang terhadap masyarakat.

Sekali lagi ditegaskan, wabah corona ini atensi pemerintah dari pusat sampai kalangan bawah, kepedulian semua pihak baik kelompok maupun individu perlu dan ditanamkan lagi kesadaran masyarakat dan pekerja, karena masih banyak pekerja proyek pulang malam dan nongkrong di warung kopi. Hal tersebut adalah larangan keras.

"Jadi apa yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Penyebaran Virus Corona itu jangan dimaknai dengan negatif. Jangan sampai diplintir-plintir. Tapi lebih pada bukti kepedulian masyarakat terhadap situasi wabah yang perlu perhatian dan kepedulian project terhadap masyarakat terdampak," tandasnya.

AKP Harjo menambahkan, Muspika Gayam, jajaran Polsek, Koramil, Satpol PP, dan semua elemen pemerintahan dan masyarakat tiap siang dan malam hari telah melaksanakan giat mulai himbauan pengeras suara, himbauan tertulis. Bahkan tindakan tegas telah dilakukan dengan pembubaran anak-anak sekolah, dan masyarakat yang masih melakukan keluyuran dan bergerombol di warung-warung.

"Kalau masih ditemukan masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan jangan salahkan jika nanti ditindak tegas secara jalur hukum," tegas Harjo.

Diharapkan, dalam membantu menetralisir situasi wabah corona perlu kerja sama, dan kesadaran dari semua pihak untuk saling memahami demi keselamatan orang banyak. Selain itu pria berkulit sawo matang ini berpesan agar masyarakat tidak panik adanya wabah corona ini.

"Panik jangan, waspada itu harus," tutupnya.(sam)