SDN Sukorejo I Wakili Jawa Timur Sekolah Ramah Anak
SUARABANYUURIP.COM | 09/11/2019 13:15
SDN Sukorejo I Wakili Jawa Timur Sekolah Ramah Anak
SDN Sukorejo I Wakili Jawa Timur Sekolah Ramah Anak

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) melakukan kunjungan dan melaksanakan program Sehari Belajar di Luar Kelas yang dilaksanakan di SDN Sukorejo I, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Kamis (7/11/2019) lalu.

Tujuannya untuk mewujudkan institusi pendidikan dasar di Indonesia sebagai tempat yang nyaman untuk belajar.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Atas Pendidikan Anak Kementrian PPA, Christinita, mengungkapkan, untuk melaksanakan belajar dan mengajar, sekolah harus dibuat aman dan nyaman. 

"Karena, masih banyak hal yang membahayakan ketika mereka berada di sekolah, seperti makanan yang tidak sehat maupun sarana prasarana," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, wanita berhijab ini terlibat secara langsung. Selain menyapa para siswa, pihaknya juga bergabung untuk melihat kegiatan siswa kelas I hingga kelas VI. Salah satunya, makan bersama di halaman sekolah. 

Makanan tersebut dimasak oleh orang tua siswa. Setelah mencuci tangan terlebih dahulu dilanjutkan berdoa, anak-anak itu terlihat lahap menikmati makanan bersama teman-temannya sambil sesekali bercanda.

Dikatakan, Program Outing Classroom Day (OCD) atau belajar di luar kelas semacam ini sudah dilaksanakan di 134 negara di dunia. Sedangkan di Indonesia program tersebut mulai berjalan sejak 2017, dan secara nasional sudah terlaksana di 33 provinsi.

Program ini sudah menyentuh sejumlah 4.042.536 siswa, 15.588 sekolah di 356 kabupaten dan kota.

"SDN Sukorejo terpilih mewakili se Jawa Timur untuk melaksanakan program ini. Nantinya, bisa mengajak sekolah-sekolah lainnya juga," tandasnya. 

Dikesempatan yang sama, Kepala SDN Sukorejo I, Siti Maisaroh, mengaku turut bangga dan mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh pihak kementerian di sekolahnya.

"Kami bangga karena terpilih sebagai pilot project sekolah ramah anak," tegasnya.

Pihaknya mengaku, akan menerapkan program Sehari Belajar di Luar Kelas setiap satu minggu sekali. Selain bermanfaat bagi para siswa, juga akan mendekatkan hubungan antar siswa juga guru. 

"Kami akan terus meningkatkan mutu pendidikan di sekolah serta mempertahankan predikat sekolah ramah anak," pungkasnya. (rien).