Penemuan Fosil Paus di Kapuan Blora Menunjukkan Bahwa Jawa Dulunya Laut Dalam
SUARABANYUURIP.COM | 24/10/2019 17:09
Penemuan Fosil Paus di Kapuan Blora Menunjukkan Bahwa Jawa Dulunya Laut Dalam
Seksi Perlindungan BPSMP Sangiran, Dody Wiranto.

SuaraBanyuurip.com, Blora – Lokasi ditemukannya Fosil Paus berusia 700.000 tahun di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, menandakan di kawasan tersebut mengindikasikan adanya kandungan hidrokarbon yang terbentuk dari makhluk laut. Sementara, campuran komplek hidrokarbon bisa membentuk minyak maupun gas bumi.

Seksi Perlindungan, Balai Pelestari Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Dody  Wiranto, menyampaikan, proses pembentukan hidrokarbon itu perlu waktu jutaan tahun. Memang, kata dia, ditemukannya fosil paus itu ada indikasi adanya kandungan hidrokarbon.

BACA: Fosil Paus Dari Kapuan Disimpan di Rumah Artefak

“Tapi itu masih dibawahnya lagi. Dengan usia endapan hingga jutaan tahun,” jelasnya.

Disampaikan, jika Pulau Jawa semula adalah laut dalam. Butuh waktu sekira 2,5 juta tahun untuk menjadi daratan penuh.

“Selama proses itu, banyak fauna yang masuk ke dalam tanah. Termasuk di Desa Kapuan ini,” ungkapnya saat berada di Desa Kapuan.

Menurutnya, Pulau Jawa semua terangkat dari sisi barat atau Jawa Barat. “Ada garis-garis pantai yang membuktikannya, kalau Pulau Jawa mulai naik,” jelasnya.

Kalau Daerah Sangiran, Kabupaten Sragen dan Desa Kapuan dahulunya memang laut dalam.Terbukti dengan ditemukannya kerang-kerang laut serta fosil makhluk laut lain.

Sebagaimana diketahui, saat ini penemuan fosil Paus purba itu disimpan di rumah artefak Blora untuk disimpan dan dilakukan observasi lanjutan. Penemuan fosil di Blora tersebut, menjadi temuan pertama di Jawa Tengah.

Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala, Eka Wahyu Hidayat, merasa senang atas penemuan fosil ini.

"Seperti yang dikatakan tim observasi dari Sangiran ini merupakan temuan yang spektakuler, hampir tidak percaya di Blora ada mamalia Paus," ungkapnya.

BACA: Pemkab Blora Pastikan Status Cagar Budaya RS Migas Cepu

Eka sapaannya, menceritakan awal mula mendapat laporan adanya fosil tersebut adalah dari warga Desa Kapuan, yang sedang membuat sepiteng pada (21/8/2019) lalu. Setelah kedalaman kurang lebih 150 centi meter (cm), warga menghentikan pekerjaanya karena mejumpai samacam tulang.

"Dan melaporkan kepada kami," ujarnya.

Kemudian pihaknya melaporkan temuan tersebut kepada badan observasi purbakala Sangiran untuk melakukan Ekskavasi.(ams)

SUARABANYUURIP.COM


BERITA TERKAIT