Kejati Jateng Kembali Periksa 74 Pegawai Dinakikan Blora
SUARABANYUURIP.COM | 22/10/2019 01:31
Kejati Jateng Kembali Periksa 74 Pegawai Dinakikan Blora
Kejati Jateng Kembali Periksa 74 Pegawai Dinakikan Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) kembali periksa 74 orang pegawai di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora. Pemeriksaan itu terkait dengan ditetapkannya Wahyu Agustini dan Karsimin sebagai tersangka dalam program pemerintah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib (Upsus Siwab) pada Dinakikan Blora tahun 2017 hingga 2018.

Mereka dipanggil dan diperiksa secara bertahap selama tiga hari berturut-turut, di Kejaksaan Negeri Blora. Yaitu Selasa, Rabu dan Kamis pekan ini. Pemanggilan ini berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejati Jateng PRIN-1474/M.3 Fd.1/ 09/2019 tanggal 24 September 2019 dalam perkara Tindak Pidana Korupsi(Tipikor). 

Serta berdasarkan surat perintah penyidikan Kejati Jateng Nomor SPRINT-1584/M.3/Fd.1/10/2019 tanggal 14 Oktober 2019. Surat itu dikirimkan melalui Kepala Kejaksaan Negeri Blora.

Informasi dihimpun, mereka dipanggil untuk diperiksa dan didengar sebagai saksi. Untuk hari Selasa ada 32 orang dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Semuanya merupakan petugas IB/Pkb/TR Upsus Siwab Wilayah 1. Untuk Rabu ada 20 orang petugas IB/Pkb/TR Upsus Siwab Wilayah II dan III.

Sementara hari Kamis ada 12 orang, mulai dari Kepala Dinakikan, Kepala UPTD wilayah I dan III,  Kepala UPTD wilayah II tahun 2017 dan 2018, KTU UPTD Wilayah I, Pokja Upsus Siwab/Koordinator Administrasi, Pokja Upsus Siwab/Staf anggota koordinator Administrasi, Staf Dinakikan(Koordinator pelaporan Inseminasi buatan), Koordinator ISIKHNAS Upsus Siwab, Staf Dinakikan, Kepala Dinakikan dan Sekertaris Dinakikan tahun 2017/2018 (Wakil ketua pokja Upsus Siwab).

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Adung mengaku, Selasa hingga Kamis memang ada pemeriksaan lanjutan. Namun setahunya yang dipanggil adalah dari DPRD Blora.

Terkait pemanggilan 74 orang tersebut, dia mengaku belum mengetahuinya. Namun, saat ditunjukkan undangan tersebut, dia meminta untuk menghubungi Pidsus langsung.

“Oh bisa ditanya langsung sama Pidsus kalau gitu, Mas,” jawabnya melalui WhatsApp.

Diketahui, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah menetapkan dua tersangka atas kasus korupsi dugaan pemotongan dana inseminasi dalam program Upsus Siwab tahun 2017 dan 2018. Saat ini Wahyu Agustini (Mantan Kepala Dinakikan) juga sudah dilakukan penahanan. Sementara Karsimin masih akan diperiksa Kamis mendatang.(ams)