Warga Lamongan Mengaku Bisa Gandakan Rp 100 Juta Jadi Rp 600 Juta, Masih Ada yang Percaya
SUARABANYUURIP.COM | 10/10/2019 08:20
Warga Lamongan Mengaku Bisa Gandakan Rp 100 Juta Jadi Rp 600 Juta, Masih Ada yang Percaya
Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli

Bojonegoro - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, menangkap seorang pria tersangka kasus penipuan bermodus bisa menggandakan uang. Tersangka berinisial JN (51) asal Kabupaten Lamongan itu ditangkap atas laporan para korban salah satunya dari Bojonegoro. 

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, JN diamankan karena melakukan penipuan dengan menjanjikan penggandaan uang empat kali lipat. 

BACA: DBH Migas 2019 Hanya Terealisasi Rp1,7 Triliun

"Dimana korbannya dimintai paket 100 juta, kemudian dijanjikan dalam waktu empat puluh hari uang tersebut akan dikembalikan menjadi 600 juta rupiah," katanya saat Pers Rilis di halaman Mapolres setempat, Selasa 8 Oktober 2019.

Dia mengungkapkan, korban pelaku JN ini lebih dari satu orang. Dan dari keterangan yang didapat Kepolisian, jika JN ini telah mendapatkan transfer uang senilai Rp100 juta dari para korbannya. 

Namun, ketika waktunya sudah dekat masa penggandaan tidak juga dikembalikan, akhirnya JN ini memberikan uang mainan diatas uang asli. Ditumpuk agar terlihat itu uang beneran," ungkap Kapolres. 

Saat memberikan uang palsu tersebut tersangka melarang korban membuka bungkusan terlebih dahulu dengan alasan baru boleh dibuka setelah berada dirumah.  "Namun, setelah dibuka ternyata berisi uang palsu sebanyak Rp510 juta rupiah," ujarnya.

BACA: Ongkos Angkut Minyak Mentah Sumur Tua Naik Rp188,98/liter

Tersangka kini dalam proses penyelidikan. Dia dijerat dengan Pasal 378 KUHP Yo 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. 

"Kami menghimbau masyarakat ya, agar tidak mudah percaya hal-hal seperti ini. Karena penggandaan uang adalah hal yang mustahil," pungkasnya. (rien).

SUARABANYUURIP.COM


BERITA TERKAIT