Bupati Anna : Bojonegoro dapat Tambahan Jargas 10.000 SR
SUARABANYUURIP.COM | 12/09/2019 09:02
Bupati Anna : Bojonegoro dapat Tambahan Jargas 10.000 SR
Bupati Anna : Bojonegoro dapat Tambahan Jargas 10.000 SR

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Bupati Anna Mu'awanah memastikan jika Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tepat mendapat mendapatkan program jaringan gas (Jargas) rumah tangga. Bahkan kuota bertambah dari sebelumnya 4.000 sambungan rumah (SR), menjadi 10.000 SR.

Program tersebut sesuai nota kesepahaman Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM dengan 18 kota/kabupaten di Indonesia, tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jargas untuk rumah tangga di Jakarta bulan Maret 2019 lalu. Salah satunya Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Anna Muawanah menegaskan,  tambahan kuota jargas untuk Bojonegoro telah disetujui oleh Dirjen Migas sesuai permintaan Pemkab. Dari semula 4.000 SR, menjadi sekarang 10.000 SR.

"Ada tambahan 6.000 SR," tandas Bupati perempuan pertama Bojonegoro itu kepada suarabanyuurip, Kamis (12/9/2019).

Tambahan alokasi Jargas untuk Bojonegoro secara resmi telah disampaikan Dirjen Migas melalui surat yang dikirimkan kepada Pemkab Bojonegoro pada Bulan Agustus 2019 lalu. Tambahan tersebut rencananya untuk warga sekitar ring 1 Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di wilayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

"Lokasi sumur gasnya kan di sana. Jadi warga sekitar juga harus menikmati berkah sumber daya alam," tegasnya.

Terpisah, Plt Dirjen Migas, Djoko Siswanto, mengaku belum mengetahui data terbaru pemasangan jargas di beberapa Kabupaten/Kota termasuk Bojonegoro.

"Nanti saya cek dulu ke bagian data, kebetulan yang memegang data jargas masih pergi haji," imbuhnya.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Kementrian ESDM.go.id menyebutkan, dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga Tahun Anggaran 2019 sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, Menteri ESDM Ignasius Jonan melakukan perubahan daerah penugasan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral  Nomor 119 K/10/MEM/2019 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 K/10 /MEM/2019 tentang Penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dalam Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga Tahun Anggaran 2019. Kepmen ini ditetapkan 4 Juli 2019.

Aturan ini mengubah Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 K/10/MEM/2019 tentang Penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dalam Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi melalui Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga Tahun Anggaran 2019.

Dalam Pasal I Kepmen Nomor 119 K/10/MEM/2019 dinyatakan, penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dilaksanakan melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk selaku anak perusahaan (sub holding gas bumi), meliputi pertama, pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga beserta infrastruktur pendukungnya di Kota Dumai, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Banggai.

Kedua, pengembangan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga beserta infrastruktur pendukungnya di Kabupaten Aceh Utara, Kota Palembang, Kota Jambi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto dan Kabupaten Wajo.

Ketiga, penyaluran gas, pengoperasian dan pemeliharaan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga beserta infrastruktur pendukungnya di Kabupaten Aceh Utara, Kota Dumai, Kota Palembang, Kota Jambi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Banggai. (rien)