Tugu Samin Soerosentiko Diresmikan, Ini 5 Pitutur Luhur Sedulur Sikep!
SUARABANYUURIP.COM | 02/09/2019 16:55
Tugu Samin Soerosentiko Diresmikan, Ini 5 Pitutur Luhur Sedulur Sikep!
Bupati Bojonegoro Resmikan Tugu Samin Soerosentiko

SuaraBanyuurip.com, Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Anna Mu'Awannah meresmikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin di Dusun Jipang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kamis 29 Agustus 2019. 

Tugu tersebut sebagai bukti sejarah jika di Bojonegoro terdapat tonggak sejarah keberadaan ajaran samin yang dipelopori oleh Samin Soerosentiko sampai sekarang ini.  

Selain terdapat patung diujung jalan, jika ingin menuju Dusun Jipang, di tengah hutan juga ada sebuah tugu separuh badan yang dibelakangnya terdapat 5 pilar menandakan "Pitutur Luhur Sedulur Sikep".

Kelima pitutur itu adalah laku jujur sabar trokal lan nrimo, ojo dengki srei dahwen kemeren pekpinek barange liyan, ojo mbedo mbedakne sapodo padaning urip kabeh iku sedulure dewe, ojo waton omong omong sing nganggo waton, biso roso rumongso.

Lima pilar ajaran Samin itu mengajarkan tentang nilai-nilai luhur tentang kejujuran, spiritual dan sosial, peduli pada alam, serta menjauhkan diri dari sifat mengambil hak orang lain. 

Makna dari ajaran Samin ini ialah sebagai sebuah pergerakan atau sikap bahwa perjuangan tidak harus dilakukan dengan cara kasar, karena ketegasan atas sikap akan berbuah keberhasilan. 

Ajaran samin merupakan turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang yang mempunyai nilai luhur dan menjadi bagian dari prilaku keseharian masyarakat Bojonegoro yang dapat menjadikan sebuah identitas pembeda dengan masyarakat di daerah lain.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menuturkan, sebagai masyarakat Bojonegoro harus bangga. Ajaran Samin Soerosentiko Bojonegoro telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda. 

Menurut bupati, selain sebagai ikon, peresmian tugu sedulur sikep yang berdiri diantara lima pilar ini merupakan wujud dari semangat dan budaya luhur masyarakat yang masih terjaga. "Ini sebagai pengiling-iling, pengingat. Tutur penitur ajaran kebajikan dari Mbah Soerosentiko," tegas Bu Anna, sapaan akrab Bojonegoro.

Selain itu juga untuk menumbuhkan semangat kesatuan masyarakat Bojonegoro. Meskipun Margomulyo berada jauh perkotaan, namun tidak merasa sendiri karena menjadi satu kesatuan Bojonegoro. "Prasasti ini menjadi embrio kekuatan jati diri Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Bojonegoro.

Bagaimana beliau melawan penjajahan Belanda dengan sikap-sikap politiknya pada masa itu," tandas mantan politisi Senayan itu.

Bupati perempuan pertama itu berharap tugu dan prasasti yang diresmikan hari ini bisa menumbuhkembangkan sektor-sektor pariwisata Bojonegoro.  "Ibaratnya ini adalah episentrumnya, yang akan disusul desa-desa lain dengan potensi yang dimiliki," tegas Bu Anna.(rien)

SUARABANYUURIP.COM


BERITA TERKAIT