Upacara 17 Agustus di Sawah Agar Warga Desa Tak Jadi Buruh Pabrik Semen
SUARABANYUURIP.COM | 19/08/2019 09:00
Upacara 17 Agustus di Sawah Agar Warga Desa Tak Jadi Buruh Pabrik Semen

SuaraBanyuurip.com, Tuban - Warga Desa Tlogowaru Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban memiliuh melaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di tengah-tengah sawah desa.

Upacara diikuti ratusan warga desa dari anak-anak hingga dewasa. Mereka rela berpanas-panasan untuk ikut upacara pengibaran bendera merah putih. Mereka sejenak melepaskan kesibukan, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

BACA: Pelaku Usaha Tak Gubris Himbauan Pengurangan Sampah Plastik

Uniknya, upacara 17-an ini bertemakan petani. Semua petugas upacara mengunakan pakaian petani. Seperti topi caping, kaos lusuh dan sepatu bot. Itu sebenarnya adalah pakaian keseharian mereka.

Sedangkan pembina upacara, sebelum upacara dimulai, berkeliling menaiki traktor melihat kesiapan pasukannya.

Juliyanto, ketua panitia pelaksanaan upacara, mengatakan, upacara yang mengambil tema tani itu, bertujuan menganggkat kembali jati diri warga desanya yang asli, yakni sebagai petani.

BACA: DPRD Bojonegoro Sebut Kinerja Eksekutif Sektor Pendidikan Belum Terukur

"Agar petani di desa kami lebih semangat,’’ ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima suarabanyuurip.com 17 Agustus 2019.

Sebab, lanjut dia, Tlogowaru yang masuk dalam ring-1 Semen Indonesia yang sebagian warganya bekerja pada perusahaan pelat merah itu. Sebagian lain, masih bertahan sebagai petani.

BACA: Pertama Kali di Bojonegoro, Banser Wanita ikuti Upacara HUT RI 74

Diharapkan, dengan adanya upacara di tengah sawah itu, pemuda desa bisa kembali menghidupkan sawah mereka. "Biar tidak berharap jadi pegawai semen saja, tapi juga jadi petani," imbuhnya.

Di akhir kegiatan, warga berkesempatan mendapatkan doorprize berupa alat pertanian dan pupuk. "Peserta upacara kami beri kupon dan kami undi diakhir acara," pungkasnya.

SUARABANYUURIP.COM


BERITA TERKAIT