Pemda Bojonegoro Beli Kereta Api BoeAnna, Ini Catatan LSM
SUARABANYUURIP.COM | 22/07/2019 10:25
Pemda Bojonegoro Beli Kereta Api BoeAnna, Ini Catatan LSM
Pembelian Kereta Api BoeAnna harus Pertimbangkan Berbagai Aspek

Bojonegoro, SuaraBanyuurip.com--Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal Kabupaten Bojonegoro, IDfoS, memberi masukan soal rencana pembelian kereta api BoeAnna milik PT Industri Kereta Api Madiun (PT INKA). 

Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Lingkungan IDFoS Indonesia, Ainun Naim, anggaran sekitar Rp 40 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro untuk pembelian kereta api merupakan salah satu inisiatif langkah maju Pemkab Bojonegoro dalam memberikan pelayanan publik, khususnya transportasi publik massal. Banyak diketahui, KA salah satu moda transportasi publik masa depan. "Moda ini memiliki keunggulan murah, massal, tepat waktu, mencegah macet," kata Naim. 

Baca juga: Dewan Minta Rencana Pembelian BoeAnna Dikaji

Namun yang menjadi perhatian publik Bojonegoro bukan saja menyoal keuntungan investasi sosial semata. Tetapi juga dalam pengambilan kebijakan strategis dan perlu memperhatikan berbagai aspek. 

"Diantaranya, landasan kebijakan. Sebaiknya kebijakan yg dibuat mengacu kepada perencanaan strategis (Renstra) yg telah ditetapkan dan disahkan oleh Pemkab," kata pria yang akrab disapa Gus Naim ini. 

Kemudian, lanjut dia, adanya kajian kebijakan. Mulai kebijakan dari aspek kemanfaatan, dampak sosial, tata kelola. Termasuk keberadaan transportasi lain, misalnya bus, colt, dan lainnya.

Selain itu juga asas manfaatnya baik bagi pemerintah Bojonegoro dan masyarakat. Termasuk nilai tambah dari aspek ekonomi. Pun dengan mekanisme pengadaannya pembeliannya.
"Bagaimana payung hukumnya. Jangan sampai kebijakan yang baik berujung pada tindak pidana," pungkasnya.

Rencana pembelian kereta api pemkab Bojonegoro sebelumnya juga mendapat masukan saran dari DPRD Bojonegoro dan perlu kajian lebih jauh.
"Kami mendukung rencana tersebut, mengingat arus lalu lintas di Bojonegoro yang mulai padat, keberadaan kereta api ini menjadi salah satu solusi," kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, kepada Suarabanyuurip.com Minggu (21/7/2019) kemarin.

Hanya saja, kata Politisi asal Partai Demokrat ini, sebelum merealsiasikannya, Pemkab Bojonegoro harus melakukan kajian dan berkoordinasi dengan DPRD setempat. Supaya, pembelian kereta api tersebut bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro. 

"Sebelum direalisasikan, harus dikaji dan dibahas bersama. Jangan sampai, pembelian kereta api ini justru merugikan masyarakat Bojonegoro," tegasnya. */** 

 


BERITA TERKAIT