Perhutani KPH Cepu Gerebek Penimbunan Kayu Ilegal di Tuban
SUARABANYUURIP.COM | 12/06/2019 17:35
Perhutani KPH Cepu Gerebek Penimbunan Kayu Ilegal di Tuban
Perhutani KPH Cepu Gerebek Penimbunan Kayu Ilegal di Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Sebanyak 132 personel gabungan keamanan hutan Perhutani KPH Cepu, Jawa Tengah dan reserse mobil Polres Tuban, Jawa Timur, mengamankan sejumlah kayu yang diduga ilegal, Selasa (11/6/2019).

Operasi dilaksanakan di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruhan, Kabupaten Tuban. Dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Operasi digelar setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat adanya kayu ilegal yang disimpan di salah satu rumah warga Desa Jamprong.

Wakil Kepala Administratur Perhutani KPH Cepu Mugni menjelaskan ada dua tempat kejadian perkara yang digerebek petugas. Pada lokasi pertama petugas berhasil mengamankan 25 batang kayu jati dengan ukuran panjang 4 meteran. Sedangkan di lokasi ke 2, petugas mengamankan 13 batang kayu berbagai ukuran. 

Petugas juga mengamankan barang bukti  berupa kayu jati persegi. Rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dipasangi garis polisi, dan rencananya akan dibongkar.

"Saat digerebek pemiliknya kabur melarikan diri dan saat ini masuk Daftar Pencarian Orang atau DPO," kata Mugni kepada suarabanyuurip.com, Rabu (12/6/2019).

Total kayu yang diamankan sebanyak tiga truk. Diperkirakan jumlahnya 6 meter kubik dengan harga perkubik Rp25 juta.

"Kayu tersebut dari BKPH Nanas," tegas.

Penggerebekan menerjunkan 132 personel. Terdiri dari 45 personil Resmob  dan Dalmas Polres Tuban, 50 personil polisi hutan dan polter Perhutani KPH Cepu dan 37 personil tenaga muat bongkar.(ams)