Banyak PNS Bojonegoro Gunakan LPG Bersubsidi
SUARABANYUURIP.COM | 06/06/2019 07:01
Banyak PNS Bojonegoro Gunakan LPG Bersubsidi
Banyak PNS Bojonegoro Gunakan LPG Bersubsidi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dinas Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan masih banyak dijumpai pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan LPG subsidi 3 Kilogram (Kg).

Padahal sudah sering dilakukan sosialisasi agar PNS dan masyarakat mampu tidak menggunakan LPG 3 Kg.

"Masih banyak PNS yang pakai LPG bersubsidi," kata Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Agus Hariana, Rabu (5/6/2019).  

Agus tak menyebut secara pasti jumlah PNS yang menggunakan LPG 3 Kg. Namun, diakui jika memasuki bulan ramadan hingga Idul Fitri 1440 hijriah, permintaan LPG mengalami peningkatan. Kenaikan itu disebabkan banyaknya permintaan baik dari konsumen rumah tangga maupun usaha kecil. 

"Bulan puasa ini, pelaku usaha banyak yang produksi makanan, tapi kami bersama Pertamina menjamin stok aman," tegasnya.

Ditanya berapa jumlah kenaikan tabung LPG 3 Kg, mantan pejabat di Dinas Pertanian Bojonegoro, itu mengaku tidak hafal. Namun pihaknya juga memastikan jika LPG berwarna hijau tersebut tidak digunakan oleh PNS maupun kalangan mampu, pengusaha hotel dan restauran. 

"Kita terus himbau, agar mereka menggunakan LPG non subsidi," tegasnya. 

Disperindag, lanjut Agus, rutin tiga bulan sekali melakukan pemeriksaan pemakaian LPG di hotel dan restaurant di Bojonegoro.  

"Semula ada beberapa yang pakai. Tapi sekarang tidak lagi. Hanya perlu dipantau terus saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Pertamina akan memperketat pendistribusian LPG subsidi 3 kilogram (Kg) melalui sistim tertutup agar tepat sasaran. Salah satunya memasang kode batang elektronik (barcode) pada setiap tabungnya.

"Dengan begitu orang mampu seperti ASN tidak lagi bisa membeli LPG subsidi," tegas General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ibnu Chouldum saat silaturahmi dan halal bi halal dengan pimpinan media di Jatim di salah satu hotel di Batu, Malang, Jatim, Kamis (12/7/2018) silam.(rien)