Komisi A Dukung Pemkab Atur Program CSR Perusahaan Migas
SUARABANYUURIP.COM | 16/05/2019 22:50
Komisi A Dukung Pemkab Atur Program CSR Perusahaan Migas
Komisi A Dukung Pemkab Atur Program CSR Perusahaan Migas

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung langkah Pemkab Bojonegoro dalam penataan program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

"Jadi program CSR sekarang harus dikontrol dengan pengawasan, pengawalan, dan koordinasi semua pihak," kata Sekretaris Komisi A, Doni Bayu Setiawan saat ditemui Suarabanyuurip.com di ruang Komisi A, Kamis (16/5/2019). 

Selama ini, pengawasan program CSR masih dinilai kurang. Sehingga, kedepan K3S baik operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, dan Operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) harus taat aturan, terlebih ada Perda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

"Bojonegoro itu kan luas, tidak hanya kawasan ring satu saja. Sehingga, bagaimana agar program CSR bisa menyentuh seluruh masyarakat," tandasnya.

Keberadaan perusahaan migas di Bojonegoro tersebut, wajib mengeluarkan program CSR dan harus berbanding lurus dengan program pembangunan Bojonegoro sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Selama ini kan, perusahaan migas kalau memberikan program CSR sesuai kehendak mereka. Sekarang tidak, lebih terarah lagi," tegas Politisi asal PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Bojonegoro, I Nyoman Sudana menyampaikan, salah satu K3S di Bojonegoro EMCL sudah menyiapkan anggaran CSR 2019 sebesar Rp20 miliar. Mekanisme pembagian 60 persen untuk ring 1 dan 40 persen untuk di luar ring wilayah operasional migas.

"Mekanisme itu masih dalam pembahasan, dan tidak mengikat," imbuhnya.

Pemberian program CSR juga harus sesuai dengan RPJMD  yang menitikberatkan visi menjadikan Bojonegoro sebagai sumber ekonomi kerakyatan, dan sosial budaya lokal untuk terwujudnya masyarakat yang beriman, sejahtera, dan berdaya saing.(rien)