Hanya Punya Sandal, Suryanti Bisa Jabat Kades Dua Periode
DAMARKITA.COM | 18/12/2019 17:00
Hanya Punya Sandal, Suryanti Bisa Jabat Kades Dua Periode
Kades Suyanti bersama suaminya, Bakir. Salah satu Kepala Desa di Babat, Lamongan. Foto/dok/keluarga

Damarkita.com, Lamongan - Dengan modal sandal Suyanti bisa kembali terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Kebonagung, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan untuk kedua kali. Dirinya satu dari dua kades perempuan di Kecamatan Babat yang dilantik Bupati Fadeli menjabat Kades pada tanggal 7 November 2019 lalu.
“Memang hanya punya sandal. Jadi dengan sandal untuk biaya Pilkades sampai dua periode,” kata Suyanti kepada Damarkita.com dirumahnya, Minggu 8-12-2019.

Bermodal sandal, bukan berarti Suyanti membagi-bagikan sandal kepada warga saat pencalonan kades. Tapi suaminya yaitu Bakir adalah pengusaha sandal spon. Merknya Bakero. Meski hanya berskala usaha rumahan, dari mengelola’alas kaki’ ini bisa digunakan untuk modal mencalonkan kades.
Selama satu periode menjabat Kades (2013-2019) Suyanti mengaku tidak mendapatkan penghasilan apapun di luar penghasilan tetap (Siltap) Kades yang nominalnya sekitar Rp 2 juta perbulan. Selain itu juga menggarap tanah bengkok kades yang tidak begitu luas.

Penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga. Padahal umumnya seorang Kades tidak bisa meninggalkan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dari buwuh ke warga yang punya hajat, menjenguk warga sakit dan lainnya. Sedangkan Desa Kebonagung memiliki wilayah cukup luas. Terdiri dari tiga dusun Kutut,Dawar dan Kalen dengan jumlah penduduk sekitar 2000 jiwa dan 350 Kepala Keluarga (DD).

Mengaku tidak punya celengan selama menjabat kades, saat kembali mencalonkan Kades Suyanti dimodali sang suami dari usaha sandal. Beruntung, karena dalam pencalonan tidak ada rival, modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Suyanti mencalonkan kades berdampingan dengan salah satu adik perempuannya.

Di satu periode masa jabatannya, ibu satu putra ini berupaya menerapkan transparansi dalam penggunanaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (DD), dan proyek lainnya. Pembangunan telah merata di tiga dusun. Bahkan beberapa proyek bangunan bisa direalisasikan dari dana pribadi. Dari usaha sandal. “Niatan menjabat kades memang mengabdi. Menjalankan amanah masyarakat bukan mencari kekayaan,” cetus sang suami Bakir.

Kepada sang istri dirinya selalu wanti-wanti untuk selalu bekerja jujur. “ Mlaku sak mlaku (jalan sesuai jalur) niatannya baik,” tandasnya lagi.

Bakir bersyukur usai pelantikan Kades juga bisa mengadakan acara syukuran dengan mengundang seluruh warga desa. Camat Babat Mulkan yang hadir dalam acara itu mengapresiasi kepemimpinan Kades Suyanti yang telah membawa Desa Kebonagung lebih maju.

Karena kesuksesan tersebut Suyanti ‘naik’ kades tanpa rival. Di Kecamatan Babat sendiri dari 16 Desa yang menggelar Pilkades hanya sekitar tiga desa yang terdapat calon tunggal sehingga harus berdampingan dengan suami, istri atau keluarga lainnya.“ Diperiode kedua tentunya harus bisa memberikan kepemimpinan lebih baik lagi,” pesan Pak Camat. Totok Martono

DAMARKITA.COM


BERITA TERKAIT