Jaringan Penipuan Lewat Facebook Dikendalikan Dua Napi di Lapas Jawa Barat
DAMARKITA.COM | 10/10/2019 09:00
Jaringan Penipuan Lewat Facebook Dikendalikan Dua Napi di Lapas Jawa Barat
Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro AKBP Ary Fadli memeriksa empat tersangka pelaku pnipuan dengan menggunakan medsos. Ke empatnya sedang berada di Markas Polres Bojonegoro, Selasa 8-10-2019.Foto/Rozikin

Bojonegoro – Penyidik ke Kepolisian Resort Bojonegoro membekuk empat pelaku penipuan dengan menggunakan media sosial (medsos) khususnya facebook. Empat pelaku ini melakukan penipuan antar-kota dengan pelaku utamanya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat.

Korban kasus penipuan ini menimpa warga Kecamatan Balen, Bojonegoro. Sedangkan empat orang tersangka, berinisial ASM, PPD, MAS dan MAZ yang rata-rata berumur 20-an. Ke empatnya kini meringkuk di tahanan Kepolisian Resor Bojonegoro.

BACA: PEPC Laksanakan Tajak Sumur di Proyek JTB

Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ary Fadli menagatakan, kasus ini adalah penipuan antara kota dengan menggunakan media telekomunikasi. Yakni pelaku mengikuti media sosial milik korban.”Penipuan lewat medsos,” ujarnya pada jumpa pers di Bojonegoro, Selasa 8 Oktober 2019.

Modusnya, lanjut Kapolres, setelah akrab melakukan transaksi. Baik bisnis maupun hal lainnya yang beralih ke nomor pribadi korban. Dalam bisnis tersebut korban ini tertipu hingga Rp 35 juta. Merasa tertipu korban langsung melapor ke Kepolisian Resort Bojonegoro.

Begitu ada laporan kasus penipuan, penyidik Polres Bojonegoro melakukan pelacakan. Belakangan diketahui bahwa pelaku utamanya ternyata dua orang yang saat ini mendekam di Lapas Jawa Barat. Dari penelusuran itu, kemudian dikembangkan di luar Lapas.

Hasilnya ditemukan empat tersangka pelaku yang merupakan kaki tangan pelaku utama. Sedangkan peran empat orang itu, yang bertugas mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik korban. “Dua pelaku yang di Lapas atas kasus penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor,” pungkas Kapolres Ary.

BACA: Tahapan Mulai Oktober, Pilkades Digelar Februari 2020

Aalah satu pelaku berinisial MAZ, mengaku jika dirinya mendapatkan bagi hasil. Besarannya dikisaran Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. “Saya dikasih uang Rp 150 sama yang di Lapas” tandas tersangka saat di Polres Bojonegoro.

Atas kasus ini, empat tersangka dijerat pasal 378 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Yaitu tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

DAMARKITA.COM


BERITA TERKAIT