PDAM Bojonegoro Macet, Warga Mandi Air Galon
DAMARKITA.COM | 10/09/2019 16:08
PDAM Bojonegoro Macet, Warga Mandi Air Galon
(Warga Desa Wedi Kecamatan Kapas Asmuni dan Istri menunjukan galon air setelah dipakai mandi, Minggu 8-9-2019. Foto : Rozikin)

Bojonegoro – Sejumlah warga Desa Wedi Kecamatan Kapas Bojonegoro terpaksa harus mandi menggunakan air galon, Minggu 8 September 2019. Penyebabnya sejak Minggu dini hari. Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) macet tidak mengalir.

Menurut Warga Desa Wedi Asmuni, air mulai mati pada Minggu dini hari, menjelang sholat subuh. Saat kran dinyalakan air tidak mengalir dan berlanjut hingga malam hari. Ia bersama keluarga tepaksa harus mandi air galon yang dibeli di depan rumahnya. Harga air Rp 3 ribu pergalon.

BACA: Banner ‘Melayani Tanpa Gratifikasi’ di Polres Bojonegoro

“Ya terpaksa memakai air galon untuk mandi, karena tidak ada persiapan sebelumnya untuk tandon air,” terangnya. Dia menyebut kebutuhan keluarga di rumah menghabiskan sebanyak 12 galon.

Afandi, tetangga lainnya, juga mandi menggunakan air galon. Air di kamar mandi telah habis dan tidak ada tandon air. Untuk mandi orang dewasa sebanyak dua galon, sementara anak anak cukup satu galon. “Tadi sore habis lima galon air untuk mandi. Saya dan istri empat galon, anak satu galon” tandasnya.

Menurut Afandi, kebanyakan warga Desa Wedi tidak lagi menggunakan air sumur. Karena sudah ada saluran air PDAM sehingga saat pasokan air berhenti, harus membeli air untuk mandi. “Saya berharap, PDAM segera menyelesaikan perbaikan atas kerusakan pipa, ” pungkasnya.

BACA: Empat Orang Daftar Balon Bupati Blora Lewat PDIP

Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto mengatakan, distribusi air sebagian wilayah Kapas dan sekitarnya termasuk sebagian Bojonegoro Kota mengalami kendala. Yaitu ada perbaikan dan penataan pipa utama yang ambrol di pertigaan Desa Bangilan menuju Desa Tapelan Kapas. Perbaikan pipa dilakukan lantaran ada pembangunan jembatan di lokasi setempat.

“Kerusakan disebabkan ada tanah ambrol di lokasi pembangunan jembatan,” pungkasnya.

Menurut Joko, petugas dari PDAM sudah dikerahkan dan malam dilembur 15 orang untuk perbaikan. Diusahakan tengah malam sudah selesai dan kembali normal. Kemungkinan air bisa normal besok (Senin, 9-9-2019). Itu karena air lebih dulu mengiri pipa pipa yang kosong lebih dahulu.

DAMARKITA.COM


BERITA TERKAIT