Ada Hari Tompo Seren, Banyak Calon Kades Ogah Ikut Pilkades di Blora
DAMARKITA.COM | 10/05/2019 08:00
Ada Hari Tompo Seren, Banyak Calon Kades Ogah Ikut Pilkades di Blora
Penghitungan suara dalam pilkades serentak di Blora 2017. Pilkades serentak tahun ini ditunda dari sebelumnya 24 Juli menjadi 4 Agustus. Foto/Ais

Blora- Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 244 desa ditunda pelaksanaan dari 24 Juli 2019 (Rabu Kliwon) menjadi 4 Agustus 2019 (Minggu Legi). Bupati Blora Djoko Nugroho menyebut, saat Pilkades digelar bertepatan dengan hari tompo seren.”Kita tunda,” ujarnya dalam sambutan tarawih keliling di pendopo rumah dinas bupati, Kamis 9-5-2019.

Bupati Djoko Nugroho menyatakan, banyak calon kepala desa yang tidak mau ikut pilkades jika digelar 24 Juli 2019. “Penyebabnya karena itu dino tompo seren,” ujarnya mengulang.

BACA: Operasi Pasar di Blora, Harga Bawang Putih Turun

Lalu apa itu hari tompo seren? dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa merupakan hari yang harus dihindari untuk melakukan kegiatan atau hajatan besar. Jika dilanggar, dipercaya akan mendatangkan malapetaka.

Pemerintah Blora sebelumnya telah menyusun tahapan pelaksanaan pilkades serentak. Yakni diawali dengan pembentukan panitia pilkades 3-8 Mei. Sebagian desa telah membentuk panitia pilkades di desanya masing-masing. Dengan penundaan itu dipastikan tahapan mengalami perubahan. “Mari kita jaga suasana Blora menjadi lebih kondusif lagi,” kata Djoko Nugroho.

Pelaksanan Pilkades digelar antara lain karena masa jabatan kepala desa (kades) telah berakhir. Selain itu bisa juga disebabkan karena kades meninggal dunia atau mengundurkan diri sehingga jabatan kades lowong.

Pemerintah Blora telah mempunyai pengalaman menggelar pilkades serentak. Berdasarkan data yang dihimpun, di tahun 2017 digelar pilkades serentak 29 Juli di 27 desa. Bahkan di 2013, pilkades juga digelar serentak 25 Agustus 2013 di 234 desa. Pengalaman itu menjadi rujukan penyusunan tahapan pilkades termasuk pendanaan.

Anggaran dalam APBD sekitar Rp 6,9 miliar untuk penyelenggaraan pilkades serentak 2019. Satu desa pelaksana pilkades bisa mendapatkan bantuan Rp 24 juta hingga Rp 41 juta, tergantung jumlah hak pilih di desa.

BACA: Kakanwil Kemhan Jatim: Waspadai Ancaman Non-militer

Ke-244 desa yang akan menggelar pilkades serentak tersebar di 16 kecamatan di Blora. Yaitu Kecamatan Blora (16 desa), Tunjungan (13 desa), Banjarejo (16 desa), Kecamatan Jati (11 desa), Kecamatan Randublatung (14 desa), Kradenan (8 desa), Kedungtuban (17 desa). Kemudian, Kecamatan Cepu (10 desa), Sambong (9 desa), Jiken (9 desa), Jepon (22 desa), Ngawen (24 desa), Kunduran(25 desa), Todanan (22 desa), Bogorejo (13 desa) dan Kecamatan Japah (15 desa).
Penulis :Ais

DAMARKITA.COM


BERITA TERKAIT