Musim Panen, Harga Gabah di Bojonegoro Anjlok
DAMARKITA.COM | 10/04/2019 10:00
Musim Panen, Harga Gabah di Bojonegoro Anjlok
Petani di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro sedang ngedos (melepas padi dari tangkai tanaman). Musim panen Aprll 2019 ini, harga Gabah Kering Panen anjlok. Foto/Nandar

Bojonegoro-Memasuki musim panen, harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban anjolk antara Rp 3100 hingga Rp 3300 perkilogramnya. Petani berharap pemerintah ikut menstabilkan harga mengingat sejumlah areal produktif padi baru saja didera banjir.

Padahal harga GKP sesuai Instruksi Pemerintah Nomor 5 tahun 2015, terendah sebesar Rp 3.750 perkilogramnya. Harga tersebut tentu saja anjlok jika dibandingkan dengan GKP yang ada di Bojonegoro dan sekitarnya antara Rp 3100 hingga Rp 3300 perkilogramnya.

BACA JUGA: Gudang Sempit, Packing Logistik Pemilu Pindah ke GOR Blora

Menurut Kuncoro,49 tahun, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, sawahnya luas sekitar 3500 meterpersegi baru saja panen. Namun, harga GKP anjlok dari perkiraan awal, yaitu Rp 3300 perkilogramnya. Padahal, sekarang ini areal persawahan di desa-desa di Kecamatan Dander sedang memasuki masa panen.”Harga anjlok. Kita rugi,” ujarnya pada damarkita.com, Selasa 9-4-2019.

Dia merujuk biaya produksi yang cukup besar untuk ukuran petani. Mulai dari pembelian benih padi, perawatan, pupuk, hingga biaya mendekati panen mengeluarkan uang sekitar Rp 6 juta. “Jadi, panen kali ini, pok-pek (gak untung),” tandasnya.

Pengakuan serupa juga diungkapkan Ali,46 tahun, petani asal Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Menurutnya, harga gabah di daerahnya bahkan anjlok hingga Rp 3100 perkilogramnya. Padahal, pada panen awal tahun 2018 silam, harga gabah kering panen di atas Rp 3700 perkilogramnya.”Anjlok panen sekarang ini,” ujarnya. Praktis, panen awal tahun 2019 ini, tidak dapat untung.”Rugi,” imbuhnya singkatnya.

BACA JUGA: Penuhi Janji Kampanye, Bupati Anna Naikan Honor RT/RW Seratus Persen

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad Djupari mengatakan, harga GKP awal panen tahun 2019 ini optimis tinggi. Hal ini karena kwalitas padi yang diproduksi bagus.”Tinggi harganya,” ujarnya pada damarkita.com, Selasa 9-4-2019.

Sayangnya, Ahmad Djupari tidak menyebutkan harga GKP yang dipertanyakan untuk panen awal tahun 2019 ini. Justru yang disebut harga beras premium di pasaran yang rata-rata Rp 8300 perkilogram.””Harganya bagus,” imbuhnya singkat.

DAMARKITA.COM


BERITA TERKAIT