Mitos Politik Presiden Lengser Karena Berkunjung ke Kediri, Terkait Makam Prabu Jayabaya?
JATIMPLUS.ID | 18/02/2020 10:20
Mitos Politik Presiden Lengser Karena Berkunjung ke Kediri, Terkait Makam Prabu Jayabaya?
Petilasan Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Kab. Kediri. Foto : Jatimplus.ID / Adhi Kusumo

KEDIRI – Mitos dan mistis, ternyata memang masih menjadi faktor dalam jagat politik di Indonesia. Yang terbaru adalah pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kediri.

Alasannya, Pramono Anung percaya soal mitos lengsernya para kepala negara yang datang ke Kediri. Pernyataan itu Pramono Anung saat menghadiri peresmian rusunawa di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin Lirboyo Kediri.

Di depan para pengasuh pondok dan santri, Pramono Anung mengaku sempat menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk tidak berkunjung ke Kediri.

“Terus terang saya termasuk yang menyarankan Bapak Presiden tidak ke Kediri. Mau percaya atau enggak, Gus Dur pulang dari Lirboyo tak berapa lama gonjang ganjing di Jakarta,” kata Pramono Anung Sabtu 15 Februari 2020.

Pernyataan Pramono yang juga politikus PDIP dan tercatat sebagau lulusan ITB itu disambut tawa para santri Lirboyo.

Pramono Anung harus menyampaikan hal itu menyusul rencana perhelatan Musyawarah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) ke-4 dan Reuni Akbar ke-6 Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.  Sebagai gantinya, Pramono Anung mempersilahkan para kiai untuk menunjuk menteri siapa saja yang dikehendaki untuk hadir di acara nanti.

Lalu dari mana mitos presiden lengser bila datang ke Kediri? Kisah tanah keramat ini telah dipercaya masyarakat Kediri dari tahun ke tahun, yang diikaitkan dengan keberadaan makam Prabu Jayabaya.

“Satu-satunya presiden yang berani ke sini untuk membuktikan hanyalah Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Beliau akhirnya lengser juga sebelum masa jabatannya habis,” kata Suratin, juru kunci Sendang Tirta Kamandanu yang menjadi bagian kompleks makam Sri Aji Jayabaya.

Sejak bertahun-tahun lalu kompleks yang menjadi petilasan atau jejak Raja Kadiri ini dikultuskan oleh masyarakat luas. Tak hanya warga Kediri, peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hilir mudik di tempat ini untuk berdoa.

Mereka meyakini jika kebesaran dan kemegahan Kerajaan Kadiri di masa lalu bersumber dari tempat ini.

Berada di Desa Pamenang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, kompleks petilasan ini menjadi ikon wisata sejarah terkenal. Para peneliti dan pelajar kerap menjadikan tempat tersebut sebagai obyek penelitian sejarah. Ini lantaran kejayaan Kerajaan Kadiri di masa lampau sangat terkenal. (Hari Tri Wasono)

JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT