Kampung Anak di Kediri Terapkan Jam Matikan TV dan Tak Pegang Gawai
JATIMPLUS.ID | 01/11/2019 16:45
Kampung Anak di Kediri Terapkan Jam Matikan TV dan Tak Pegang Gawai
Pengunjung kampung anak di Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri. FOTO: JATIMPLUS.ID/dina rosyidha

KEDIRI- Berangkat dari keprihatinan, Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota Kediri menciptakan wahana ramah anak, dimana anak anak mematikan televisi dan meninggalkan telepon selular pada jam jam tertentu.

Menurut Rohmat Setyo Rianto, Lurah Kampungdalem, wahana itu berada di lahan kampung dengan luas tidak lebih dari dua meter. “Berada di dalam gang RT 04, “tutur Setyo Rianto. “Panggung kecil” itu menjadi arena bermain anak anak. Mulai seni mural hingga sejumlah permainan tradisional, seperti egrang, engklek dan semacamnya.

BACA: Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes di Kediri Berbagi Resep Melawan Radikalisme

Untuk menambah keceriaaan, pihak kelurahan menambahkan kelir warna warni. Menurut Setyo Rianto arena permainan ini hidup setiap sore hari. Pada rentang waktu yang sama, yakni  16.00 Wib-19.00 Wib, kelurahan memberlakukan aturan bebas TV dan gawai.

Artinya, kata Setyo tidak ada warga yang menghidupkan televisi dan tidak menggunakan gawai untuk bermain game. “Ini yang membuat mereka kemudian memilih meramaikan wahan permaian anak, “terang Setyo.

Kebijakan bebas televisi dan gawai berlaku sejak tahun 2016. Hingga saat ini masih terus berjalan dan masyarakat mematuhinya dengan baik. Tidak hanya berlaku bagi anak anak.  Para orang tua juga ikut mematuhinya, dengan tidak menyentuh televisi dan gadget pada jam yang sama.

Menurut   Irwan Yuliantoro, pengelola kampung anak RW 02, para orang tua juga diwajibkan menjadi contoh bagi anak anaknya. “Para orang tua juga harus menjadi suri tauladan bagi anak anaknya, “tuturnya.  

Selain bermain dan berinteraksi dengan teman teman sebaya, pada jam larangan itu, anak anak juga bisa lebih konsentrasi belajar dan mengaji. Memang tidak semua warga disiplin, terutama warga yang tidak memiliki anak kecil. Namun mereka tetap bertoleransi dengan mengurangi volume televisi.  

BACA: Meriahnya Instagramers Berbagi Tips Konten Kreatif di Kota Kediri

Begitupun juga tidak semua anak anak juga patuh. Untuk mereka yang “bandel” ini lingkungan melakukan pendekatan persuasif. “Kita berikan pengertian pelan-pelan. Anak kalau dikerasi malah memberontak. Makanya kita tidak ada hukuman apapun, ”tambah Titik Sehwiyati, ketua RT 04.

Berjalannya program kampung anak tidak lepas dari dukungan warga di lingkungan. Setiap pengendara yang melintas juga diwajibkan untuk turun, dan menuntun kendaraanya. Dan warga bisa memahaminya. Ke depan pihak kelurahan berencana untuk menambah arena permainan.

JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT