Ikan Cupang yang Memberi Lapangan Kerja di Ketami Kediri
JATIMPLUS.ID | 16/10/2019 18:11
Ikan Cupang yang Memberi Lapangan Kerja di Ketami Kediri

KEDIRI- Melimpahnya kolam ikan di permukiman warga membuat Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mendapat julukan “Kampung Ikan”. Terutama jenis ikan cupang. Ikan warna warni dengan sirip yang berumbai rumbai.

Yang terbanyak memang membiarkan ikan merenangi air kolam. Namun tidak sedikit warga yang memakai akuarium mini serta botol mineral sebagai media pemeliharaan. Sedikitnya ada sekitar 200 peternak ikan yang terpusat di dua RW yakni RW 04-05.

BACA: Kisah Perebutan Kuasa di Dalam Ruang Teater Hampa Kota Malang

“Kami berkecimpung di dunia ikan ini sudah berjalan sekitar 26 tahun,” tutur  Waluyo, ketua RW 05, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Waluyo bercerita, awalnya tidak banyak warga yang tertarik melakukan budidaya ikan.

Apalagi mereka bertempat di kawasan perkotaan padat penduduk, dimana tidak banyak lahan yang luas. Namun karena terbentur sempitnya lapangan kerja para pemuda kemudian memutar otak membuat usaha sendiri.

“Kita sering main ke pasar, terus lihat bisnis ikan cupang ini kok sepertinya bagus akhirnya kita coba,” urai pria yang juga menjadi ketua kelompok peternak ikan Karya Mina tersebut.

Ternyata pasar merespon positif. Banyak ikan cupang hasil budidaya warga Ketami yang diminati. Karena alasan itu ratusan peternak ikan cupang hingga kini memilih bertahan. Bahkan tidak sedikit peternak ikan yang kerap mengirim ikannya sampai ke luar Pulau Jawa.

“Kita sering kirim ke Batam, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi juga. Setiap permintaan biasanya dua ribu hingga empat ribu ekor. Alhamdulillah kita bisa memenuhi permintaan tersebut,” beber pria 47 tahun tersebut.

Ikan-ikan yang dilempar ke pasar luar pulau memiliki standar tertentu, yakni mulai jenis, umur, hingga ukuran. Sementara untuk pasar lokal, seperti Surabaya, Solo dan Bali, ikan-ikan dalam bentuk partai (grosiran).

“Jadi peternak sini (Ketami, red) tidak hanya fokus pada ikan untuk dijual saja, tetapi kita juga budidaya ikan untuk kontes dan perlombaan,” tambahnya.

BACA: Dari Batu Shining Orchid Week 2019, Benang Kusut Peranggrekan Indonesia

Seiring berkembangnya media sosial, para peternak ikan dituntut juga melek internet. Melalui jaringan online mereka mempromosikan dagangan ikannya ke banyak daerah.

“Ada banyak yang digemari seperti ikan cupang jenis Emerald, Fancy, Koi hingga Samurai, ”kata pria asli Ketami tersebut.

Adapun pembibitan dan pembesaran ikan cupang, bagi para peternak relatif mudah. Yang terpenting mengeti cara menangkal parasit yang mengganggu. Akibat gangguan hama ikan Waluyo mengaku pernah bertubi tubi gagal panen selama setahun penuh.

Baca selengkapnya di JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT