Hadang Sel Teroris, Banser NU Usulkan Gerakan Bersih Lingkungan
JATIMPLUS.ID | 13/05/2019 16:00
Hadang Sel Teroris, Banser NU Usulkan Gerakan Bersih Lingkungan
Anggota Banser berjaga di kantor Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

Bom berdaya ledak tinggi jenis triacetone triperoxide (TATP) rakitan kelompok teroris JAD Bekasi pimpinan AY alias Rafli diamankan polisi Rabu (8/5) lalu. Terbukti, sel kelompok radikal ini tidak benar benar mati.

TIDAK usah bicara Babelan Bekasi. Bicara Surabaya, apalagi ngomong Indonesia. Diujung saluran telepon, suara pembina Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Kabupaten Blitar Imron Rosadi alias Baron terdengar lantang. Tone nya meninggi. Antara kesal, gregetan dan ingin meledak. 

Kembali munculnya aksi radikalisme di Bekasi membuatnya emosi. “Dalam konteks antisipasi, tidak perlu lagi kita bicara jauh jauh. Waktunya kita bicara lingkungan terdekat saja,”tegas Baron kepada jatimplus Sabtu (11/5/2019). Sebagai tokoh Banser di Blitar yang getol melawan segala bentuk aksi radikalisme, Baron layak marah.

BACA: Bom Surabaya Bukan Konflik Agama

Banyak teroris yang sudah ditangkap. Dilumpuhkan hidup hidup, lalu dijebloskan ke dalam penjara. Bahkan tidak sedikit yang ditembak mati. Namun kenyataanya penerus gerakan radikalisme berbalut agama itu masih terus ada.

“Waktunya meningkatkan antisipasi sejak dini, “katanya. Tidak ada yang keliru dari program deradikalisasi yang dicanangkan pemerintah. Sudah tepat isu teroris didiskusikan di ruang ruang seminar intelektual. Juga dikampanyekan di ruang media massa. Namun semua itu belum cukup.

BACA: Bom Sri Lanka Buka Luka Lama

Menurut Baron pergerakan sel sel radikalisme di masyarakat harus dihentikan total. Bagaimana caranya?,  yakni dengan melakukan pengawasan melekat di lingkungan terdekat. Sudah amankah desa kita?. Dusun kita?. Lingkungan RW kita, RT kita?, atau bahkan anggota keluarga kita?, menjadi kunci kunci untuk melangkah. 

“Kebersihan” lingkungan terdekat kata Baron harus dipastikan. Tetangga kanan kiri, depan belakang, bahkan keluarga sendiri. “Karena faktanya kelompok ini ada dimana mana, “paparnya. Meski dalam posisi terjepit, gerakan radikalisme selalu memiliki cara mengorganisir diri. 

Baca selanjutnya di JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT