Saat Anjelo Kalah Bersaing dengan Transportasi Online di Bisnis Esek-esek
JATIMPLUS.ID | 10/05/2019 08:20
Saat Anjelo Kalah Bersaing dengan Transportasi Online di Bisnis Esek-esek

KEDIRI – Tak banyak yang tahu jika bisnis esek-esek telah melibatkan banyak pihak selain pekerja seks komersial dan konsumen. Salah satunya adalah anjelo, yang merupakan akronim dari “antar jemput lonte”.

Peran anjelo menjadi penting dalam berjalannya bisnis prostitusi sebagai pengantar pekerja seks kepada konsumen. Hal ini terutama berlaku di lingkaran prostitusi online yang tak mempertemukan secara langsung seorang pekerja seks dengan konsumen seperti lokalisasi.

BACA: Penampakan Yu Sing di Hutan Joyoboyo Kediri

Andika, sebut saja begitu, 32 tahun, adalah mantan anjelo yang beroperasi di wilayah Kediri. Hampir setiap malam dia bekerja menjemput pekerja seks dari tempat kost mereka untuk diantar ke tempat kencan. “Kalau tidak rumah karaoke ya, penginapan,” katanya saat berbincang dengan Jatimplus.ID, Rabu 24 April 2019.

Andika mengantar mereka ke tempat kencan menggunakan mobil milik orang tuanya. Kala itu dia belum memiliki kendaraan sendiri seperti sekarang. Sementara kontak para pekerja seks didapat dari teman-temannya yang telah lebih dulu menjadi anjelo.

Menurut dia, panggilan dari para pekerja seks biasanya di atas jam 23.00 WIB. Karena itu pada jam-jam tersebut, dia selalu standby dengan menyalakan telepon seluler dan kendaraan. “Jadi setiap saat ada panggilan segera bergerak,” lanjutnya.

BACA: PT KAI Luncurkan Kereta Eksekutif Harga Miring

Begitu ada panggilan untuk mengantar, Andika segera meluncur ke lokasi pekerja seks. Tak selalu di rumah kost, mereka juga kerap berada di cafe atau tempat umum saat menerima order dari konsumen.

Karena sudah saling mengenal, pekerja seks langsung masuk ke mobil yang dikemudikan Andika menuju lokasi kencan. “Negosiasi dilakukan ceweknya sendiri dengan tamu. Saya hanya mengantar saja,” katanya.

Baca nasib anjelo selanjutnya di JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT