Huru-hara Isu Kiamat di Ponorogo, Dari Paceklik Hebat Hingga Soal Datangnya Meteor
JATIMPLUS.ID | 16/03/2019 08:00
Huru-hara Isu Kiamat di Ponorogo, Dari Paceklik Hebat Hingga Soal Datangnya Meteor
Ilustrasi kiamat 2012. denzomag.com

PONOROGO- Isu kiamat sudah dekat memaksa 52 warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo angkat kaki dari kampung halamannya. Warga yang juga pengikut ajaran tarekat memutuskan hijrah ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadi’in Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang.

Eksodus warga berlangsung dalam dua bulan. Hijrah diduga untuk mengikuti Katimun, yakni pimpinan Thoriqoh (tarekat) Akmaliyah Ash–Sholihiyah di desa setempat yang lebih dulu pindah ke Malang. Hijrah terakhir berlangsung 7 Februari 2019 lalu.

BACA JUGA: Tanah Kaolin Sebabkan Belasan Rumah Warga Tulungagung Rusak

Sejumlah kepala keluarga (dari sebanyak 16 kepala keluarga) bahkan telah menjual tanah dan rumah mereka dengan harga murah. Dari pasaran umum Rp 30 juta, harga dibanting Rp 15 juta-Rp 20 juta. “Mungkin karena terburu buru (dijual murah), “kata Kepala Desa Watu Bonang Bowo Susetyo.

Beredar isu juga penjualan semua kekayaan itu atas permintaan pimpinan tarekat. Hasil penjualan untuk disetorkan ke ponpes sebagai bekal di akhirat. Karena akan terjadi huru hara (perang) pada Ramadhan mendatang, warga diminta berlindung di ponpes. Mereka juga diminta membeli pedang seharga Rp 1 juta. Bagi yang tidak membeli diharap menyiapkan senjata sendiri.  

BACA JUGA: RSUD Dr. Iskak Dipercaya Rawat Dubes Irak

Isu lain yang berkembang adalah kemarau panjang selama 3 tahun ke depan (2019-2021) akan terjadi. Kemarau akan berakibat paceklik hebat. Krisis pangan. Karenanya setiap jemaah diminta menyetor padi atau gabah sebanyak 500 Kg.

Selama paceklik akan terjadi kekacauan sosial. Seorang kakak akan memotong dan memakan tangan adiknya. Kemudian anak usia sekolah dilarang sekolah karena ijazah tidak ada gunanya, anak mengkafirkan orang tua yang tidak berbaiat pada tarekat dan foto pengasuh ponpes dijual Rp 1 juta sebagai jimat penangkal gempa. Karenannya jemaah juga dihimbau mengibarkan bendera tauhid.

Baca selengkapnya di JATIMPLUS.ID