12 Pejabat Pemkab Gresik Ditangkap Saat Bagi-Bagi Uang Jasa Insentif
JATIMPLUS.ID | 15/01/2019 11:30
12 Pejabat Pemkab Gresik Ditangkap Saat Bagi-Bagi Uang Jasa Insentif
Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

GRESIK – Tim penyidik kejaksaan melakukan operasi tangkap tangan kepada 12 pejabat Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka ditangkap saat sedang membagikan uang yang diduga hasil korupsi.

Penggerebakan yang dilakukan tim Kejaksaan Negeri Gresik, Senin 14 Januari 2019, pukul 16.00 WIB, mengejutkan seluruh pegawai Pemkab Gresik. Petugas kejaksaan langsung memasuki salah satu ruangan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan melakukan pemeriksaan. “Tak lama kemudian mereka meninggalkan ruangan sambil membawa beberapa staf,” kata salah satu pegawai yang menyaksikan peristiwa itu.

BACA JUGA: Aktivis Triyanto Disel Bersama Penjahat Kriminal

Kedatangan tim penyidik kejaksaan ini sempat menarik perhatian pegawai di kantor itu. Sebab tak hanya membawa pejabat dan staf kantor, penyidik kejaksaan juga membawa serta beberapa dokumen dari ruangan itu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung mengatakan beberapa orang yang dibawa ke kantor kejaksaan antara lain sekretaris dinas dan sejumlah kepala bidang di kantor BPKAD.

Menurut Richard, saat petugas kejaksaan datang, para pejabat tersebut sedang berkumpul untuk berbagi uang yang disebut sebagai jasa insentif. “Tim penyidik di antaranya menyita barang bukti berupa catatan, flashdisk, sejumlah dokumen, serta uang senilai Rp 537.152.339,” ujarnya seperti ditulis Antara.

Menurut Richard, uang ratusan juta yang disebut sebagai jasa insentif itu rencananya akan dibagikan kepada para pejabat di BPKAD Kabupaten Gresik. Uang itu diklaim sebagai uang operasional yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA: Ziarah di Makam BK, Fadli Zon Bicara Hoax 7 Kontainer Surat Suara

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gresik Andre Dwi Sugianto mengatakan hingga kini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. “Hasil penyidikan sementara, terjadi pemotongan anggaran. Soal anggaran apa yang dipotong dan berapa total jumlahnya, saat ini masih kita dalami dan sedang dihitung,” ujar Andre kepada wartawan.

Penyidik Kejaksaan memiliki waktu 1×24 jam untuk memeriksa mereka. Diharapkan dari pemeriksaan tersebut akan diketahui peran masing-masing dalam dugaan korupsi ini. (*)

JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT