Bayi Penderita Jantung Bocor Asal Ajibarang, Memperjuangkan Hidup di Tengah Keterbatasan
SATELITPOST.COM | 25/07/2018 16:00
Bayi Penderita Jantung Bocor Asal Ajibarang, Memperjuangkan Hidup di Tengah Keterbatasan

Tangis Puji Haryanto, bayi berusia 14 bulan, semakin keras di pangkuan ibundanya di rumahnya di Desa Pandansari RT 02 RW 05 Kecamatan Ajibarang siang kemarin (24/7). Sesaat setelah dibawa keluar rumah, tangis bayi laki-laki inipun mulai mereda.

“Ya beginilah kalau mulai sesak nafas, nangis dan harus keluar rumah buat menghirup udara segar,” kata Sucimah sembari menenangkan anaknya.

Anak kedua pasangan Sucimah dan Sudarjono (47) ini divonis mengalami kebocoran serta penyempitan jantung sejak dilahirkan pada 11 Mei 2017 lalu. Akibatnya, bayi mungil ini kerap mengalami sesak nafas, batuk serta pilek yang dirasakan setiap saat. Menurut Sucimah, saat dia hamil tidak merasakan gejala apa-apa, bahkan saat anak ini lahir dengan berat 2,7 kg  dan panjang 45 cm dirasa masih normal.

Puji Haryanto terdeteksi terkena kelainan jantung bawaan sehari setelah dilahirkan di RSUD Ajibarang. Oleh pihak RSUD selanjutnya disarankan dilakukan pemeriksaan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

“Setiap bulan dibawa ke RSUD Margono untuk kontrol, namun karena keterbatasan alat medis, pihak Rumah Sakit menyarankan untuk dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta untuk dioperasi pemasangan ring. Setelah pemeriksaan di RS Sardjito, ternyata anak saya harus dilakukan operasi besar. Dokter menyarankan RSCM Jakarta untuk operasinya,” katanya.

Meski biaya operasi seluruhnya ditanggung penuh BPJS , namun kondisi finansial keluarga yang pas-pasan membuat Sucimah dan keluarga kebingungan. Pendapatan ayah Puji yang bekerja menjadi buruh bangunan dirasa tidak bisa mencukupi kebutuhan operasional di Jakarta yang diperkirakan bisa sampai dua bulan untuk pemulihan.‎ Karenanya, keluarga ini berharap bantuan dermawan untuk membantu kelancaran operasi anaknya.

“Berdasarkan antrean, Puji mulai dioperasi bulan Agustus besok. Saya sangat berharap anak ini bisa sembuh,” ujar Sucimah.

Warga desanya diakui Sucimah tidak menutup mata dengan kondisi yang dialami anaknya. Pemerintah desa  sudah berupaya melakukan pengumpulan dana yang selanjutnya sudah digunakan untuk operasional saat pemeriksaan di RS Sardjito Yogyakarta dan pemeriksaan awal di RSCM Jakarta beberapa hari lalu.

“Kami mengharapkan bantuan dari dermawan untuk kesembuhan anak kami,” tutup Sucimah sembari beberapa kali memejamkan matanya. (rar)


BERITA TERKAIT