Digeruduk Banser, PDIP Akhirnya Cabut Laporan Money Politic
SATELITPOST.COM | 27/06/2018 11:20
Digeruduk Banser, PDIP Akhirnya Cabut Laporan Money Politic
Ilustrasi politik uang. shutterstock.com

PURWOKERTO, SATELITPOST – Persoalan dugaan money politics akhirnya menemui titik temu. Setelah sempat ricuh di Kantor PDIP Banyumas, Selasa (26/6/2018) pihak PDI P Banyumas akan mencabut laporan dugaan money politik ke Bawaslu dan mengucapkan permintaan maaf atas insiden tersebut.

Peristiwa ini bermula dari sebuah acara pengajian doa bersama untuk kemenangan Mardjoko-Ifan. Dalam pengajian tersebut, Satuan Tugas Anti-Money Politics Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menangkap seorang warga Sumbang yang diduga melakukan praktik politik uang.

Baca Juga: Diduga Bagi-Bagi Duit Jelang Pilkada Banyumas Saat Pengajian, Warga Sumbang Diperiksa Panwas

Koordinator Lapangan Satgas Anti-Money Politics, Iwan Mujianto mengatakan, penangkapan kemarin berawal dari informasi yang diberikan ayah seorang kader PDI Perjuangan. “Jadi saat itu, ayah teman kita (pengurus anak ranting, red) diundang untuk pengajian dan doa bersama untuk kemenangan Mardjoko-Ifan (Haryanto, red),” kata dia saat dijumpai SatelitPost di Kantor Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Banyumas, Selasa (26/6/2018) dinihari.

Ia mengatakan, setelah mendapatkan informasi ini, beberapa orang anggota Satgas akhirnya mendatangi kediaman ES dan menangkapnya. Selain melaporkan ES ke Panitia Pengawas, satgas juga menemukan amplop berisi uang tunai. “Ada sekitar 10 amplop, isinya Rp 20 ribuan,” ujar dia.

Buntut dari kejadian tersebut, Banser menggeruduk kantor PDIP Banyumas Selasa (26/6/2018) untuk melakukan aksi protes.

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT