Petaka Musim Kemarau, Petani Bacok Temannya Gara-gara Berebut Air Irigasi
SATELITPOST.COM | 08/06/2018 13:00
Petaka Musim Kemarau, Petani Bacok Temannya Gara-gara Berebut Air Irigasi
PELAKU pembacokan memperagakan aksinya saat pemeriksaan di Polres Kemangkon, Kamis (7/6/2018).

PURBALINGGA, SATELITPOST–Di musim kemarau, satu masalah petani adalah air untuk mengairi sawah. Bahkan, agar bisa mendapatkan air dari saluran irigasi, petani pun harus rela malam hari mencari air.

Fenomena sedikitnya air untuk sawah di musim kemarau ternyata bisa berujung petaka. Gara-gara berebut air irigasi, MW (58) warga Desa Pegandekan, Kemangkon, Kabupaten Purbalingga tega bacok rekannya satu desa. Korban Kusnen (45) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian punggung. Saat ini, pelaku sudah diamankan Polsek Kemangkon beserta barang bukti.

Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan, anggota Polsek Kemangkon langsung melakukan penyelidikan. Kamis, 7 Juni 2018 polisi berhasil mengamankan tersangka saat di rumahnya. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa cangkul.

Baca Juga: Rasanya Plong Seperti Membacok Degan, Pengakuan Pelaku Pembacokan di Teluk Penyu Cilacap

“Saat ini tersangka sudah diamankan berserta barang bukti, tersangka juga mengakui perbuatannya. Saat ini tersangka masih dilakukan pemeriksaan secara intensif, dikenakan pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang penganiayaan,” kata AKP Siswanto, Kamis (7/6/2018).

Dia menceritakan, peristiwa tersebut terjadi di area persawahan wilayah Desa Pegandegan, Rabu malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, korban dan pelaku sama-sama sedang mengairi sawah. Awalnya, antara korban dan pelaku terjadi adu mulut, karena berebut air untuk mengairi sawah masing-masing. “Saat korban hendak menutup saluran air tiba-tiba pelaku memukul korban dengan cangkul di bagian punggung. Setelah itu pelaku pergi meningalkan korban yang terluka,” katanya.

Kemudian, korban ditolong warga dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Setelah itu, korban melaporkan peristiwa tersebut pada pihak kepolisian. “Korban mengalami luka robek pada punggung dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Usai pengobatan, korban melaporkan kejadian penganiayaan ke Polsek Kemangkon,” kata kapolsek. (min)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT