Warga Ajibarang Keluhkan Kompensasi Air Bersih Semen Bima
SATELITPOST.COM | 02/02/2018 13:26
Warga Ajibarang Keluhkan Kompensasi Air Bersih Semen Bima
Ilustrasi

SATELITPOST, Ajibarang -Warga Dukuh Pucung, Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang belum terbebas dari bencana kekeringan. Sampai saat ini, aliran air bersih bantuan dari Pabrik Semen Bima dianggap tidak maksimal. "Sudah hampir sebulan ini airnya mati. Ini sudah terjadi berkali-kali," kata Rasitem, warga Dukuh Pucung RT 5 RW 6.

Menurutnya, air bersih sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Terlebih lagi rumahnya menjadi tempat mengaji yang sangat membutuhkan air untuk berwudlu para santri. "Sudah melapor ke warga yang mengurusi aliran air tapi masih saja belum mengalir," katanya, Kamis (1/2). Darsim (50) warga setempat yang juga menjadi pengurus air desa mengatakan, aliran air desa tak mengalir karena beberapa faktor, di antaranya lokasi penampungan yang letaknya terlalu rendah.

Lokasi penampungan berada di depan Balai Desa Karang Bawang, sehingga alat penyedot air tidak bisa maksimal menyedot air. "Akhirnya pompa kerap rusak. Untuk perbaikan butuh dana dari iuran warga. Padahal warga juga sudah dibebani iuran untuk membeli pulsa listrik untuk operasional pompa," katanya.

Selama ini, lanjut dia, yang bisa teraliri air hanya wilayah desa bagian bawah saja. Warga Dukuh Pucung yang berada di atas selalu kesulitan mendapatkan air bersih, padahal mereka telah mengeluarkan iuran bulanan. "Karena itulah warga sekarang sudah malas buat bayar iuran. Pompa yang rusak tidak ada biaya untuk memperbaiki, listrikpun mati karena tidak diisi pulsa," katanya.

Darsim menjelaskan, bantuan tandon air yang diberikan Pabrik Semen Bima merupakan bentuk kompensasi untuk warga karena pengeboran penambangan yang dilakukan pabrik semen itu membuat sumber mata air di wilayah Desa Karangbawang menjadi kering. "Karena bentuk kompensasi seharusnya warga tidak lagi dibebani biaya lain-lainnya lagi agar bisa menikmati air bersih. Selain itu, letak tandon juga perlu yang lebih proposional lagi," kata dia.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kadus 1 RW 2 Desa Karangbawang, Jamingun mengatakan, untuk aliran air ke Dukuh PucungĀ  sudah mengalir lagi. "Sekedar meluruskan, air ke Dukuh Pucung hari ini sudah mengalir," tulisnya singkat. Secara terpisah, Humas Semen Bima, Irwan, mengatakan, masalah air bersih menjadi tanggung jawab warga sepenuhnya.

Ia mengatakan, Semen Bima bertanggung jawab membangun instalasi air bersih kemudian menyerahkannya kepada kelompok masyarakat. "Setelah diserahterimakan itu menjadi tanggung jawab masyarakat yang mengelola," ujar dia, Kamis (1/2). Ia mengatakan, Semen Bima telah membangun instalasi dari bak penampung utama ke Dukuh Pucung dan dusun lainnya. Instalasi itu kemudian dikelola secara mandiri oleh warga. Ia berharap, dengan pengelolaan secara mandiri, warga tak bergantung dengan bantuan. "Jadi kalau ada masalah ya sudah menjadi tanggung jawab kelompok warga pengelola," ujar dia. (rare)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT