Kasus Pembunuhan Bayi: Kunci Penangkalnya pada Orang Terdekat
SATELITPOST.COM | 29/01/2018 12:26
Kasus Pembunuhan Bayi: Kunci Penangkalnya pada Orang Terdekat
Ilustrasi

Baru-baru ini masyarakat dikagetkan dengan pembunuhan seorang bayi dengan luka tusukan gunting, yang berada di kamar mandi rumah sakit di daerah Banyumas. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh ibu kandunganya sediri, karena malu hasil hubungan gelap dengan pasangannya yang berumur 16 tahun, sementara ibu kandung yang menjadi pembunuhnya berumur 15 tahun masih duduk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pelaku pembunuhan dikenakan pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2015 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Menurut Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Korban Kekerasan Berbasis Gender Dan Anak (PPT-PKBGA) Banyumas, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir kasus pembuangan bayi serta upaya pembunuhan sudah ada sebanyak empat kasus, terhitung dari November, Desember, Januari. Dari kasus pembunuhan sadis tersebut tentunya kita mengamati bahwa para pelajar sekarang sudah banyak yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan menjadikan pribadi yang tak bermoral.

Pergaulan bebas adalah bentuk perilaku penyimpangan sosial yang melebihi batas aturan, kewajiban, syarat dan perasaan malu yang melanggar norma yang berlaku seperti norma agama dan kesusilaan. Jenis-jenis pergaulan bebas di antaranya; narkoba, minuman keras, seks bebas dan kehidupan malam. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan para pelajar terjerumus dalam pergaulan bebas, di antarnya; Pertama, rendahnya taraf pendidikan keluarga. Kedua, keadaan keluarga yang tidak stabil. Ketiga, orang tua yang kurang memperhatikan anak. Keempat, lingkungan setempat yang kurang baik. Kelima, kurang berhati-hati dalam memilih teman. Keenam, rendahnya keadaan ekonomi keluarga. Ketujuh, kurangnya kesadaran remaja. Kedelapan, adanya perkembangan tekhnologi yang tak terbendung.

Pergaulan bebas ini mengakibatkan bermacam-macam dampak. Di antarnya prestasi akademik menurun bahkan drop out dari sekolah, kesehatan bermasalah, kriminalitas bertambah, mental terganggu, meningkatkan disharmoni keluarga, hamil di luar nikah, dikucilkan, anak menjadi jauh dari keluarga dan liar, kematian, tawuran antarpelajar, menanggung malu, ditinggalkan teman-teman, stres dan pecandu minuman keras dan obat-obatan terlarang, suka menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan semata, emosi tidak stabil, dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dengan mencuri. 

Agar para remaja kita terhindar dari pergaulan bebas pada era sekarang yaitu jaman now, jaman serba bebas dan minim kepribadian baik, adalah dengan pengawasan orang terdekat sebagai pemutus mata rantai pergaulan bebas pada remaja. Pengawasan di sini bertujuan memertahankan dan menjaga dengan sebaik-baiknya segala apa yang dilakukan anak dalam segala akivitasnya Ada empat macam gaya pengawasan orang terdekat terhadap remaja, di antaranya; (1) Authoritative Parenting (hangat dan tegas), dalam pengawasan ini sikap orang terdekat adalah beperilaku tegas, dan memicu anak-anaknya untuk lebih mandiri, lebih dapat melakukan segala hal dengan kemampuan sendiri. (2) Authoritarian Parenting (kurang mau menerima kemauan anak), dalam pengawasan ini sikap orang terdekat jangan terlalu memaksakan kehendaknya, tetapi harus menyesuaikan kemampuan si anak/remaja, sehingga ketika  seorang anak melakukan aktivitasnya akan merasa nyaman untuk menjadi jatidirinya dan berkembang sesuai dengan potensinya. (3) Neglect Parenting (sedikit waktu untuk anak), dalam pola pengawasan ini orang terdekat kurang memiliki komitmen untuk anaknya, sehingga orang tua/orang terdekat harus mau meluangkan waktu untuk anak, meskipun sekadar mengobrol atau sekadar berkumpul. Sebaiknya orang terdekat menjadi tempat bercurhat yang nyaman bagi anak atau remaja untuk menyampaikan tentang semua yang dirasakan  (4) Indulgent Parenting (memberikan kebebasan tinggi pada anak), dalam pola pengawasan ini orang terdekat memberikan kebebasan kepada anak terhadap kegiatannya tetapi selalu memberikan arahan tentang dapak negatif dan positif terhadap kegiatannya, agar para remaja tidak merasa terkekang.

Pergaulan bebas sangatlah berbahaya bagi kehidupan individu para remaja/pelajar,. Karena itu, kita mesti mengambil langkah cepat agar bisa mengatasi pergaulan bebas tersebut di antaranya; memperkuat pendidikan agama, membentuk karakter positif, memilih teman yang baik, mempererat hubungan orang tua dan anak, memberikan pendidikan seks pada anak dan remaja, menghindarkan anak dari lingkungan yang tidak kondusif, mengisi waktu luang, memperluas pengetahuan, taat kepada hukum, membatasi pergaulan, menetapkan tujuan hidup, mengawasi anak dalam memilih tontonan/hiburan dan penggunaan internet, membatasi waktu di luar rumah, dan mendukung hobi anak. Mari kita bersama-sama melakukan pengawasan dan bimbingan terhadap anak dan remaja kita dengan penuh kesungguhan dan penuh kasih sayang, karena dapat membuat para remaja/anak terbentuk jadi diri yang matang dan berkepribadian baik, untuk dikemudian hari menjadi orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa, bukan terjerumus dalam pergaulan bebas dan menjadi orang yang sadis dan tidak bermoral.(*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT