Ratusan Batu Candi di Dieng Berubah Fungsi jadi Nisan Kuburan
SATELITPOST.COM | 07/10/2019 15:02
Ratusan Batu Candi di Dieng Berubah Fungsi jadi Nisan Kuburan
Kordinator komunitas Cagar Budaya Banjarnegara ,Mujib Titikan Nurwahid ,menemukan batu kemuncak candi yang di jadikan nisan di pemakamamn di desa dieng kulon ,beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Tulisan Sir Stamford Thomas Raffles dalam buku The History of Java yang menyebut sedikitnya ada 400 candi di dataran tinggi Dieng, bukan isapan jempol belaka. Setelah penemuan batuan kuno di area eks Terminal Dieng Wetan Kabupaten Wonosobo, ratusan batuan yang diduga batu kemucuk candi juga ditemukan sebagai nisa di pemakaman di kawasan tersebut.

Koordinator Komunitas Cagar Budaya Banjarnegara, Mujib Titian Nurwahid mengatakan, ratusan batu yang diduga merupakan batu candi ini ditemukan para pengurus komunitas cagar budaya Banjarnegara di sejumlah makam yang ada di belakang Hostel Tanijiwo, RT 3 RW 3 Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, beberapa waktu lalu. Bebatuan ini banyak dijadikan pagar atau nisan.

BACA: Tugu Pembangunan Purwokerto Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Temuan tersebut diakui Mujib, cukup memprihatinkan. Karena itu Komunitas Cagar Budaya Banjarnegara bakal mengembangkan nisan virtual history. Nantinya, nisan memuat detail siapa orang yang namanya tercantum pada nisan itu.

“Kalau mau dan pemerintah memfasilitasi, nanti nisan yang memakai kemuncak candi akan kita tukar dengan nisan virtual history. Kita buatkan narasi sejarahnya sebagai apresiasi, bekerjasama melestarikan cagar budaya,” katanya.

Dengan ditemukannya bebatuan tersebut, tidak menutup kemungkinan lebih banyak lagi batuan candi yang raib atau dipakai untuk membangun rumah warga.

“Kemuncak candi banyak sekali ditemukan, satu makam bisa menggunakan 10 sampai 20 batuan candi. Artinya, pada masa itu jumlah candi di Dieng ini sangat banyak,” katanya.

BACA: Pasar Pinggir Alas Baturraden, Tawarkan Sensasi Menjelajah Pasar Tempo Dulu Banyumas

Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia yang juga Ketua MGMP Sejarah SMA Banjarnegara, Heni Purwono berharap, temuan-temuan batuan candi memicu pemerintah untuk melakukan eksplorasi dan rekonstruksi candi di kawasan Dieng.

“Andai bisa direkonstruksi candi-candi di Dieng seperti Candi Prau, maka akan menjadi destinasi wisata edukasi baru bagi Dieng. Bukan tidak mungkin ke depan, Dieng akan menjadi pusat warisan kebudayaan dunia,” katanya. (maula@satelitpost.com)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT