Tiga Pasutri Bertarung di Pilkades Serentak Banjarnegara
SATELITPOST.COM | 09/07/2019 10:28
Tiga Pasutri Bertarung di Pilkades Serentak Banjarnegara
24 PNS di Blora Nyalon Kepala Desa

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Pilkades serentak di 197 desa di Banjarnegara yang akan dilaksanakan 31 Juli mendatang, diikuti sedikitnya 633 bakal calon kepala desa. Dari jumlah tersebut, terdafatar tiga pasangan suami istri (pasutri) yang ikut bertarung di tiga desa meliputi Desa Wanadadi, Kecamatan Wanadadi, Desa Clapar, Kecamatan Madukara, dan Desa Jalatunda di Kecamatan Mandiraja.

Fenomena ini muncul karena tidak adanya calon lain yang maju dalam pilkades, untuk melawan calon petahana.

BACA: Panitia Pilkades Serentak Dituntut Selektif dan Transparan

Kepala Dispermades Kabupaten Banjarnegara, Agus Kusuma melalui Kabid Pemdes, Aji Piluroso mengatakan, fenomena pertarungan pasutri dalam pilkades ini terjadi karena adanya persyaratan calon minimal dua orang dan maksimal lima orang. Sehingga para petahana, harus mencari lawan. “Lawan paling mudah, ya istrinya,” katanya, Jumat (5/7/2019).

Dari 197 desa yang akan menggelar pilkades, ada 12 desa yang diramaikan bakal calon lebih dari lima orang. Bahkan di Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, pilkades diikuti 13 bakal calon.

“Untuk yang bakal calonnya lebih dari lima, dilakukan seleksi oleh panitia pemilihan. Para bakal calon ini, harus sudah ditetapkan 18 Juli nanti. Saat ini, panitia masih melakukan tahapan penetapan DPT di setiap desa yang akan menggelar pilkades,” ujarnya.

Tingginya peminat pada beberapa desa ini, tak lepas dari adanya aturan tentang bakal calon yang tidak diharuskan penduduk setempat. Selain itu, tidak adanya biaya dalam pencalonan juga membuat banyak warga berminat maju sebagai bakal calon kepala desa.

BACA: Ganjar Tegaskan Tak Bisa Ditekan

Sementara bagi desa yang minim peminat, biasanya muncul bakal calon petahana yang memiliki rekam jejak baik dalam kepemimpinan. Sehingga, para kandidat lain memilih untuk mendukung dan menyukseskan pemilihan kepala desa.

“Ini fenomena yang sering terjadi dalam pilkades, jika petahana dinilai baik maka sangat sulit mendapatkan lawan. Begitu juga sebaliknya,” katanya. (maula@satelitpost.com)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT