Kuras Duit Pemkab Rp 1,7 Miliar, Eks Direktur PD Purbalingga Ventura Dibui 3 Tahun
SATELITPOST.COM | 09/05/2019 14:45
Kuras Duit Pemkab Rp 1,7 Miliar, Eks Direktur PD Purbalingga Ventura Dibui 3 Tahun

PURBALINGGA, SATELITPOST- Mantan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Purbalingga Ventura, Nova Aris Mustanto divonis tiga tahun penjara. Sedangkan dua karyawannya, masing-masing Anik Widya Kusumawati selaku mantan kasir dan bendahara serta Krisnu Bangkit Winar Pradono selaku mantan staf keuangan dan surveyor masing-masing divonis dua tahun.

Baca juga: Sekolah Kayak di Purbalingga Mulai Dikenal

Putusan tiga terdakwa kasus korupsi itu dibacakan oleh Ketua majelis hakim, Antonius Widijantono, pada sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, belum lama ini. Dalam sidang putusan itu, Antonius Widijantono menyatakan, tiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Putusan yang diberikan majelis hakim, lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Nova dihukum selama empat tahun penjara. Sedangkan dua Anik dan Krisnu tiga tahun penjara.

“Vonis lebih rendah, JPU masih pikir-pikir. Kalau para terdakwa menerima putusan itu,” kata Kajari Purbalingga Nur Mulat Setiawan melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Meyer Volmar Simanjuntak, Rabu (8/5).

Diketahui, ketiga terdakwa ditahan pada 26 November 2018 oleh Kejari Purbalingga. Mereka ditetapkan sebagai tersangka pencairan kredit fiktif. Ada pengajuan kredit fiktif lebih dari 50 kelompok UMKM yang mereka karang sendiri unit usahanya. Mufakat jahat ketiga karyawan PD Ventura itu dilakukan pada medio 2014–2016.

Para terdakwa memalsukan pembukuan keuangan untuk mengelabui Badan Pengawas, Auditor maupun Pemkab selaku pemilik modal. Sehingga laporan keuangan PD Purbalingga Ventura terlihat seat dan imbang neraca keuangannya. Padahal senyatanya uang penyertaan modal tersebut sudah digunakan para terdakwa untuk kepentingan pribadi. “Selama tiga tahun ketiganya menguras uang milik Pemkab Purbalingga hingga Rp 1,7 miliar untuk memperkaya diri mereka,” katanya.

SatelitPost.com


BERITA TERKAIT