Ibu Muda yang Bunuh Diri ke Sungai Serayu Sempat Depresi Setelah Melahirkan
SATELITPOST.COM | 29/04/2019 15:12
Ibu Muda yang Bunuh Diri ke Sungai Serayu Sempat Depresi Setelah Melahirkan
Basarnas temukan jenazah seorang wanita yang diduga melakukan bunuh diri dengan meloncat dari Jembatan Sungai Serayu, Sabtu (28/4/2019).SATELITPOST/Istimewa.

KESUGIHAN, SATELITPOST-Septiana Hapsari, 32 tahun, nekat terjun ke Sungai Serayu pada Sabtu 27 April 2 2019 sekitar pukul 09.45 WIB. Warga Jalan Serayu RT 3 RW 5 Kelurahan Donan ini terjun bersama dengan anaknya yang ada dalam gendongan yang baru berusia empat bulan.

Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan masih terus melakukan pencarian jasad bayi yang diajak bunuh diri oleh ibunya di Sungai Serayu, Minggu (28/4). Sampai Pukul 15.00 WIB, jasad bayi bernama Yunus Permana yang baru berusia emat bulan belum ditemukan.

“Pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan, Polsek, Koramil, dibantu oleh masyarakat, keluarga,” ujar Fajar Adi Nugroho, dari Basarnas Pos SAR Cilacap, Minggu (28/4).

ibu dari Septiana Hapsari, Nanik Hayati (52) sangat terpukul dengan kepergian anaknya tersebut. Padahal, pada pagi hari tidak ada yang berubah pada kelakuan anaknya yang memang diakui mengalami postpartum depression atau depresi pasca melahirkan ini.

Baca juga: Kronologi Ibu dan Bayinya Lompat dari Jembatan Sungai Serayu

“Pada saat pai dia ngobrol sama saya seperti biasa, tentang kelucuan anaknya. Lalu anaknya rewel saya lalu bilang untuk dikeloni di kamar, lalu dia bawa masuk,” katanya, Minggu kemarin.

Selang berapa lama, dia pamitan kepada Sari, begitu Septiana Hapsari disapa, jika akan ke pasar membeli Buah Nangka, untuk disayur. Saat itu, Nunik melihat Sari sedang mengayun Yunus diayunan.

Namun setelah pulang dari pasar, Sari bersama dengan anaknya Yunus tidak ada di rumah. Lalu dicari olehnya, mulai dari minimarket, pasar, rumah tetangga tetapi tidak ketemu. Bahkan, dia menelpon saudara, serta suaminya yang ada di Cilacap.

“Ngga ada perubahan, ngga ada masalah apapun baik dengan keluarga maupun suaminya, betul-betul karena anak saya mengidap postpartum depression, dan pernah berobat ke Aginsa Kroya,” ujarnya kemarin.

Nunik mengakui jika setelah melahirkan, anaknya terlihat sangat depresi, keluarga pun mengusahakan kesembuhan, dengan konsultasi ke dokter kandungan di Sampang, lalu dirujuk ke Agisna Kroya. Sari pun diberi obat depresi, setelaah konsumsi, kata dia Sari terlihat membaik, seperti biasa kembali.

“Keluarga menganggap sudah normal, dia sudah mengurus anak dengan baik, anaknya yang besar saat libur juga dibimbing oleh Sari, dia tetap memperhatikan anak, jadi saya kira sudah normal. Memang itu ada sedikit depresi, karena itu, tidak ada masalah dengan suami atau keluarga, sama sekali tidak ada, saya yakin anak saya tidak dengan kesengajaan melakukan itu, pasti diluar kesadaran dia, karena dia mengidap depresi itu,” katanya.

Dia mengatakan jika suami Sari yang bernama Supangat sangat sabar sekali, dan keluarga suami mendukung kesembuhan dari Sari. Sejak melahirkan, Sari juga tinggal di rumah ibunya di Maos.

Dia mengatakan jika tetangga melihat Sari berjalan menuju pasar Pahing, lalu ke arah Cilacap dia menggunakan bus. “Kalau saya tahu tentu saya cegah untuk pergi, dan saya tidak akan meninggalkan dia, kalau akan begini kejadiannya,” katanya.

Saat ini, keluarga masih menunggu keberaadaan Yunus. Nunik berharap ada mukjizat pada cucunya tersebut. (ale)

SATELITPOST.COM

 

 


BERITA TERKAIT