Sengketa Tanah Antartetangga Picu Isu Santet, Sujono Disumpah di Bawah Al Quran
SATELITPOST.COM | 10/04/2019 09:30
Sengketa Tanah Antartetangga Picu Isu Santet, Sujono Disumpah di Bawah Al Quran
Sujono bersumpah di bawah Alquran disaksikan aparat setempat karena dituduh telah menyantet orangtua Ruto, Senin (1/4). ISTIMEWA

CIMNGGU,SATELITPOST–Geger soal santet terjadi di Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Sujono, warga RT 02 RW 01 Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu dituduh memiliki ilmu santet. Sujono pun diambil sumpah di bawah Alquran oleh agama desa setempat.

Sujono dituduh mempunyai ilmu santet oleh pihak keluarga Ruto yang berselisih dengannya.  Kemudian perangkat desa, tokoh agama, masyarakat, serta sejumlah anggota Kepolisian Sektor Cimanggu Polres Cilacap menjadi mediator. Menurut pejabat Kepala Desa Kutabima Heri Oxiano menjelaskan, perselisihan dipicu persoalan sengketa tanah antara keduanya yang tinggal bertetangga.

BACA JUGA: ‘Panas’ Jelang Coblosan, Digelar Kenduri Nusantara

Tuduhan melakukan santet kepada yang bersangkutan yang sedang berselisih orangtua kelurga Ruto mengalami sakit. Namun, setelah diobati ke dokter belum kunjung sembuh. Hingga akhirnya beralih ke pengobatan alternatif. Namun bukannya sembuh sehingga muncul dugaan bahwa sakit yang diderita oleh orangtua Ruto akibat disantet Sujono.

“Awalnya dipicu masalah sengketa tanah pekarangan rumah dan keduanya mengklaim miliknya hingga tidak ada titik temu kemudian berselisih,” katanya, Kamis,(4/4/2019).

Selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut  perangkat desa, anggota Polsek Cimanggu, perangkat desa, tokoh agama, serta masyarakat melakukan mediasi di Balai Desa Kutabima pada Senin (1/4/) lalu. Hadir dalam Mediasi tersebut  Bhabinkamtibmas dan anggota intelkam Polsek Cikamggu, anggota Babinsa Koramil Cimanggu, Satpol PP, Pjs Kades, Kepala UPTD Puskesmas Cimanggu II, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Dari hasil mediasi kedua belah pihak sepakat berkeinginan permasalahannya diselesaikan secara kekeluargaan, dengan beberapa syarat yang dituangkan dalam surat pernyataan bersama. Di antara syarat tersebut adalah untuk membuktikan bahwa Sujono tidak memiliki ilmu santet, diminta untuk diambil sumpah Alquran oleh tokoh agama setempat.

Setelah selesai mediasi, rombongan dan tim medis dari UPTD Puskesmas Cimanggu II mendatangi keluarga Ruto yang sedang sakit guna diperiksa oleh dokter. Kemudian  itu dilanjutkan dengan pengukuran tanah pekarangan oleh perangkat desa untuk menentukan batas tanah milik kedua keluarga tersebut.

BACA JUGA: 3.415 Guru Ngaji Terima Insentif

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto SIK MH melalui Kapolsek Cimanggu, Ipti Erna Trihastuti mengungkapkan permasalahan itu sudah dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan demi kebaikan bersama.

Sedangkan terkait dugaan yang dituduhkan kepada Sujono tentang kepemilikan ilmu santet tidak mudah dalam pembuktiannya serta belum ada undang-undang yang mengaturnya. “Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pihak termasuk anggotanya yang telah membantu memecahkan masalah masyarakat, sehingga permasalahan tersebut tidak sampai ke ranah hukum dan kedua belah pihak bisa rukun kembali,” katanya. (taslim@satelitpost.com)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT