WNA Bangladesh Masuk DPT di Purbalingga
SATELITPOST.COM | 12/03/2019 07:00
WNA Bangladesh Masuk DPT di Purbalingga
07-nas-saksiPemilu

PURBALINGGA, SATELITPOST-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purbalingga menemukan seorang warga negara asing (WNA) Bangladesh masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Dia bernama Mo Ferdous Shah, berdomisili di RT 1/6 Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

“Yang bersangkutan menikah dengan warga Bukateja. Karena tinggal lebih dari satu tahun, dia memiliki KTP-el untuk WNA,” kata Komisioner Bawaslu Purbalingga, Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga, Misrad, Jumat (8/3).  

BACA JUGA: Dugaan Kasus KONI Naik ke Penyidikan

Tetapi, karena ketidaktelitian petugas pencocokan dan penelitian (coklit), WNA itu masuk dalam DPT di TPS 15 Desa Kembangan. Hal itu disebabkan, KTP-el untuk WNA sama persis dengan KTP-el untuk WNI. “KTP-el WNA juga memiliki NIK. Perbedaanya ada di kolom status kewarganegaraan,” katanya.  

Saat jajaran Bawaslu meninjau langsung, Mo Ferdous tengah berada di Bangladesh. Selain dia, Bawaslu juga menelusuri dua WNA lain di Kecamatan Kalimanah dan Bobotsari.  

Setelah dilakukan penelusuran, WNA berkewarganegaraan Korea Selatan di Kecamatan Kalimanah tidak masuk dalam DPT. Begitu pun di Bobotsari, WNA tidak masuk DPT, dia sudah meninggal dan disemayamkan di Amerika.  

BACA JUGA: Pedagang Tolak Rekomendasi Amdal Purwokerto City Center

Ketua Bawaslu Purbalingga, Iman Nurhakim mengatakan temuan berawal dari data Bawaslu pusat perihal sejumlah nama WNA yang terindikasi masuk DPT. Setelah menelusuri data tersebut, pihaknya mengirimkan rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga untuk mencoret nama WNA yabg berkewarganeraan Bangladesh. “Merujuk Pasal 198 UU Nomor 7 Tahun 2017, yang berhak memilih adalah WNI. Kami merekomendasikan KPU agar mencoret WNA tersebut dari DPT,” kata Imam.  

KPU Purbalingga langsung menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu. WNA Bangladesh itu sudah dicoret dari daftar pemilih tetap dengan status tidak memenuhi syarat (TMS) tertanggal 5 Maret 2019. “Kami berterima kasih atas masukannya dari berbagai pihak sebagai perbaikan data, sesuai dengan

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT