Unggulkan Mamuju Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Alasan Gubernur Sulbar
SULBARKITA.COM | 13/06/2019 08:20
Unggulkan Mamuju Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Alasan Gubernur Sulbar
Sambutan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat buka puasa bersama di Mamuju/ Sulbarkita.com

Mamuju, Sulbarkita.com -- Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar meyakini rencana Pemerintah Pusat perihal pemindahan Ibu Kota Negara bakal memilih Kabupaten Mamuju.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan sambutan pada kegiatan buka puasa bersama di rumah jabatan Bupati Mamuju, Pucak Anjoro Pitu (Sapota), Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Senin, 20 Mei 2019.

Menurut Ali Baal, diantara empat kandidat yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat, kriteria untuk menjadi sebuah Ibu Kota Negara paling banyak dimiliki oleh daerah yang ia pimpin tersebut.

BACA:  Messulekka, Simbol Kebersamaan di Sulbar

“Diantara empat calon Ibu Kota Negara itu, Sulbar yang memiliki kriteria paling di atas dari yang lain,” ujarnya dalam sambutan.

Kendati demikian, kata Ali Baal, bencana alam seperti gempa bumi menjadi masalah bagi provinsi yang dibentuk pada 2004 silam ini. “Gempa bumi ini tidak usah dirisaukan karena Jepang itu hampir tiap hari mengalami gempa. Sesar juga tidak melewati Mamuju, kalaupun ada paling hanya getaran saja,” katanya.

Ali Baal melanjutkan, saat ini kandidat Ibu Kota Negara mengerucut kepada dua wilayah, yaitu Sulbar dan Kaltim. “Kalau tidak salah Kalimantan Selatan dan Tengah itu sudah gugur. Sekarang telah dibentuk tim pengkaji yang dimotori para rektor dari universitas yang dipercayakan oleh Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Kata Ali Baal, kriteria yang dimiliki Sulbar tersebut seperti pada aspek perdagangan atau perhubungan, Sulbar saat ini memiliki dua bandara udara dan bahkan akan ditambahkan menjadi 4 bandara, di Kabupaten Pasangkayu dan di Kabupaten Polman.

Dari aspek pertahanan, lanjut Ali Baal, Sulbar telah memiliki Angkatan Laut (AL) dan selanjutnya angkatan udara juga akan dibentuk yang rencananya bermarkas di Bandara Sumarorong, Kabupaten Mamasa.

“Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan samudera Pasifik dan samudera Hindia dimiliki oleh Sulbar, bukan di Kalimantan Timur. Kita juga sudah menyiapkan 40 sampai 50 ribu hektar pengembangan wilayah,” katanya kepada Sulbarkita.com usai kegiatan.

BACA: Disdukcapil Polman Berlakukan Tanda Tangan Elektronik

Mantan Bupati Polman dua periode itu berharap agar Sulbar tetap memiliki kriteria yang membuatnya unggul dari pada yang lain. “Sudah masuk kandidat saja kita bersyukur. Dilihat dari letak geografisnya, Sulbar itu memang berada ditengah-tengah Indonesia,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Mamuju, Habsi Wahid bersyukur dengan terpilihnya Mamuju sebagai calon Ibu Kota Negara. Bagi dia, itu merupakan rahmat dari sang pencipta. “Tidak pernah orang menyangka bahwa Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyebut Mamuju layak menjadi Ibu Kota Negara,” katanya kepada awak media usai kegiatan.

SULBARKITA.COM


BERITA TERKAIT