RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Masih Patok Tarif Rapid Test Rp 400 Ribu
HARIANKEPRI.COM | 09/07/2020 08:10
RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Masih Patok Tarif Rapid Test Rp 400 Ribu
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Kota Tanjungpinang-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Keputusan Kementerian Kesehatan yang menetapkan batas tarif tertinggi untuk rapid test sebesar Rp 150 Ribu belum berjalan di lapangan.

Setidaknya, itu yang terjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang Kepri. RSUD ini masih memberlakukan tarif rapid test yang lama.

Sejak edaran itu diterbitkan, Senin 6 Juli 2020, RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) masih memberlakukan tarif Rp 618.000 untuk tarif rapid test bagi keperluan perjalanan dan Rp 400.000 untuk tarif pemeriksaan rapid test.

Plt Direktur RSUD RAT DR Elfiani Sandri menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri untuk memberlakukan tarif pelayanan rapid test antibodi sesuai dengan surat edaran Kemenkes RI.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Dinkes tentang hal tersebut,” katanya singkat

Dalam surat edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/I/2875/2020 tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi, sebesar Rp 150.000.

“Agar fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi dapat mengikuti besaran tarif tertinggi yang ditetapkan,” kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Bambang Wibowo dalam surat edaran tersebut, dikutip Rabu (8/7/2020).

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT