30 Nelayan Pantura Akhirnya Diizinkan Ambil Ikan di Perairan Natuna
HARIANKEPRI.COM | 10/03/2020 14:30
30 Nelayan Pantura Akhirnya Diizinkan Ambil Ikan di Perairan Natuna
Laksamana Madya Aan Kurnia mendatangi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

NATUNA (HAKA) – Setelah sempat ditentang oleh nelayan lokal, akhirnya 30 nelayan Pantura melaut di perairan Natuna Utara. Hal ini disampaikan oleh Kabakamla RI, Laksamana Madya (Laksdya) Aan Kurnia.

“Kita (pemerintah) mengirim 30 kapal ikan dari pantura untuk memanfaatkan kekayaan ikan di Laut Natuna Utara,” ujarnya waktu menggelar konferensi pers di SKPT Selat Lampa, Sabtu, (6/3/2020).

Aan menegaskan, bahwa nelayan dari Pantura wilayah tangkapnya minimal 50 mil dari garis pantai terluar. Jadi tidak usah khawatir terjadi tumpang tindih lokasi tangkap antara nelayan lokal dan pantura.

“Saudara-saudara kita dari pantura kapalnya antara 100-200 GT, relatif lebih besar, sehingga nanti prioritas kapal-kapal ikan yang besar ini mengambil ikannya agak jauh di tengah, sementara nelayan lokal bisa dekat bisa juga ke tengah nanti kita harap ada koordinasi,” ujarnya.

Aan berharap, nantinya nelayan lokal Natuna dapat mengoperasikan kapal-kapal besar sehingga dapat melaut sampai ke ZEE, dan memanfaatkan sumber daya ikan yang ada di laut Natuna Utara, sehingga kesejahteraan nelayan dapat meningkat.

“Nelayan Natuna Utara memang luar biasa dengan kapal 5-10 GT ternyata bisa sampai ke ZEE, ke depan harus diperhatikan ditingkatkan GT nya karena dengan ukuran segitu selain berbahaya juga hasilnya tidak maksimal,” tukasnya. (dan)

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT