Anggap DBH Migas Tak Adil, Bupati Natuna Ancam Bentuk Provinsi Sendiri Pisah dari Kepri
HARIANKEPRI.COM | 27/02/2020 14:40
Anggap DBH Migas Tak Adil, Bupati Natuna Ancam Bentuk Provinsi Sendiri Pisah dari Kepri

NATUNA (HAKA) – Bupati Natuna mengeluhkan kurangnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, kepada Kabupaten Natuna.

“Kalau begini, kami Natuna merasa dilecehkan. Siap-siaplah Natuna jadi Provinsi,” ujar Hamid Rizal disela-sela pembukaan acara Pelatihan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Bagi Aparat Desa, di Hotel Tren Center, Jalan Pramuka, Rabu, (26/2/2020).

Hamid mengungkapkan, ia pernah menyampaikan kepada Gubernur Kepri, bahwa Natuna macam dianaktirikan.

Hamid juga mengungkit dana bagi hasil migas, yang pembagiannya dianggap tidak adil. Natuna hanya dapat Rp 20 miliar, Anambas Rp 24 milliar. Lalu belum lagi kabupaten kota lain.

Namun begitu, menurut Hamid, ada hikmah dibalik Kabupaten Natuna menerima WNI dari Wuhan kemarin. Salah satu penghargaan pemerintah pusat kepada Natuna, akan menganggarkan berbagai fasilitas pembangunan.

“Saya tidak meminta banyak, kiranya Natuna dapat dijadikan Provinsi Khusus. Karena Provinsi Kepri menganaktirikan kami,” ujarnya.

Menindaklanjuti wacana yang terus dia gulirkan Hamid Rizal menegaskan, jika dia telah berkoordinasi dengan Bappenas, agar Natuna dan Anambas bisa Jadi Provinsi.

“Jika itu terjadi, peluang kerja dan peningkatan ekonomi akan terbuka lebar dan hasil migas serta laut, menjadi milik kita semua. Peluang Natuna-Anambas sangat besar,” tukasnya.(dan)

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT