Surat Edaran Libur Dicabut, Sebagian Orang Tua di Natuna Tak Izinkan Anaknya ke Sekolah
HARIANKEPRI.COM | 04/02/2020 17:10
Surat Edaran Libur Dicabut, Sebagian Orang Tua di Natuna Tak Izinkan Anaknya ke Sekolah
Suasana belajar mengajar di SD Negeri 002 Ranai-f/dani-hariankepri.com

NATUNA (HAKA) – Sehari setelah aksi demo yang dilakukan masyarakat, terkait penempatan WNI dari Wuhan, Kota Ranai terpantau normal dan berangsur lancar.

Kondisi gedung DPRD Natuna, yang dalam beberapa hari kebelakang ini menjadi lokasi aksi, terlihat lenggang dan hanya tampak petugas kepolisian dan TNI.

Aktifitas ASN di Sekretariat DPRD juga terlihat berjalan normal. Meraka masuk dan bertugas seperti biasa.

Sehari setelah dicabutnya Surat Edaran libur sekolah oleh Pemerintah Daerah Natuna, sekolah-sekolah yang berada di seputaran Kota Ranai terlihat melaksanakan aktifitas belajar mengajar.

Kepala SDN 002 Ranai, Nurhayati mengatakan bahwa hari pertama setelah dicabutnya edaran libur sekolah, siswa yang masuk sekitar 49 persen atau separuh saja.

“Banyak yang tidak masuk, alasannya ada yang sudah dibawa orangtuanya ke pulau di luar Ranai, ada juga yang orangtuanya tidak mengizinkan anaknya sekolah karena ketakutan,” ujarnya.

Berbeda dengan tingkat kehadiran SD 002 Ranai, siswa SMPN 1 Bunguran Timur hampir 80 persen hadir, begitu juga dengan gurunya.

“Alhamdulillah siswa dan guru hari ini banyak yang masuk sisanya gak masuk karena alasan tidak diijinkan orangtuanya pergi ke sekolah karena khawatir,” singkat Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Sri Sapta Siwi Fajarsari. (dan)

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT