Tak Sebut Nama Wiranto, Auliansyah Diciduk Polisi dan Dijerat UU ITE Gara-gara Status Facebook
HARIANKEPRI.COM | 16/10/2019 09:20
Tak Sebut Nama Wiranto, Auliansyah Diciduk Polisi dan Dijerat UU ITE Gara-gara Status Facebook
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie-f/masrun-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Seorang warga Kota Tanjungpinang bernama Auliansyah (Au), diamankan oleh jajaran Anggota Reskrim Polres Tanjungpinang, di salah satu warung Kopi, Sabtu 12 Oktober 2019 sekitar pukul 23.30 WIB hingga Minggu 13 Oktober 2019 pagi. Demikian ditegaskan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie.

Menurut Efendri, Auliansyah ditahan atas postingannya di akun facebook miliknya, berkaitan dengan peristiwa dugaan penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang Banten beberapa waktu lalu.

BACA: Soroti Sekda yang Daftar ke PDIP, Bawaslu Ingatkan Soal Pengunduran Diri

Adapun isi postingan tersebut (Ditusuk ya…? Balita dibakar, ada yang dikampak, ada yang dibunuh di Wamena tenang-tenang saja, kok ini heboh!)

“Postingan kuat dugaan terkait dengan peristiwa Wiranto,” terang Efendri.

Dijelaskannya, setelah Auliansyah diamankan dan diperiksa, dirinya mengakui perbuatan postingannya.

“Bersangkutan mengakui bahwa itu adalah akun facebooknya. Bahwa itu memang status nya dan dia menulis sendiri pada tanggal 10 Oktober 2019,” tutur Efendri menirukan keterangan Aulia.

BACA:  Penguatan Menangkal Hoax, FKDM dan Kesbangpol Gandeng SMSI

Setelah pihaknya mengamankan 1 kali 24 jam, Satreskrim Polres Tanjungpinang melaksanakan gelar perkara.

Hasilnya, kata Efendri, Auliansyah kuat dugaan melanggar pasal 28 ayat (3) Undang-Undang no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagaimana diubah di dalam Undang-Undang no 19 tahun 2016, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Sudah kita pulangkan. Status nya sekarang wajib lapor. Proses hukum selanjutnya nanti kita akan lakukan mekanisme gelar perkara tindak pidananya,” ucapnya.

Lebih lanjut Efendri menjelaskan, saat Penyidik Satreskrim memeriksa handphone android milik Auliansyah, ditemukan percakapan whatsapp yang dikirim oleh Efran Pratama.

“Inti percakapannya ada ancaman dan kalimat tidak etis,” tutup Efendri yang enggan menjelaskan secara detail. (rul)

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT