Penipuan Penerimaan Pegawai Satpol PP Kepri, Ada Orang Tua Kasih Uang Rp 25 Juta
HARIANKEPRI.COM | 27/08/2019 08:30
Penipuan Penerimaan Pegawai Satpol PP Kepri, Ada Orang Tua Kasih Uang Rp 25 Juta
Pelapor, Ari Setyawan bersama tiga korban penipuan melaporkan Suleman dan oknum Satpol PP Pemrov Kepri, ke Polres Tanjungpinang, Jumat (23/8/2019)-f/masrun-hariankepri.com.

TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekurangnya 30 warga Kepulauan Riau atau Kepri menjadi korbab tipu-tipu rekrutmen pegawai Satpol PP.

Oleh Suherman alias Leman bersama salah seorang pegawai Satpol PP Keperi, Mereka dijanjikan akan menjadi Tenaga Harian Lepas atau THL (THL), Anggota Satpol PP Pemrov Kepulauan Riau Kepri.

Untuk itu, mereka diminta sejumlah uang hingga pulihan juta rupiah. Adapun para korban itu di antaranya, Ari alias Haris (28), Supri (28), Agus (27) Kasim (22), dan Firman. Aksi penipuan ini dijalan sejak April 2017 hingga Mei 2019.

BACA: Perbaikan Jembatan Dompak Butuh Belasan Miliar, Akhir 2019 Bisa Dipakai Lagi

Kepada hariankepri.com, Haris menceritakan, awalnya Leman menjanjikan pekerjaan untuk menjadi THL Satpol PP Pemrov Kepri beberapa tahun lalu. Ia pun menerima tawaran tersebut.

Karena ingin anaknya jadi pegawai, orang tua Haris pun memberikan uang tunai Rp 25 juta secara bertahap kepada Leman.

Haris mengatakan Leman mengaku kerja di DPRD Kepri. Untuk meloloskan Haris jadi pegawai Satpol PP, leman memerlukan biaya operasional. "Ini bukti kuitansi pembayaran mau masuk kerja di Satpol PP,” ucap Haris sambil menunjukkan kuitansi.

Korban lainnya, Agus, juga mengaku membayar Rp 10 juta kepada Leman, pada Agustus 2018 lalu. Uang tunai itu sebagai syarat menjadi THL Satpol PP Pemrov Kepri.

Bahkan Agus mengaku sudah dipertemukan ke Kepala Satpol PP. “2 hari kemudian Leman mempertemukan saya dengan Kasatpol PP, Subandi di ruang kerjanya dua kali,”

Setelah pertemuan, ia bersama sekitar 30 orang lainnya bertemu dengan Kasatpol PP, Subandi di salah satu ruangan perkantoran di Kawasan Kantor Gubernur Kepri pada November 2018 lalu.

Dalam pertemuan itu, Leman dan Kasatpol PP membahas tugas dan teknis kerja penegak perda di wilayah administrasi Pemprov Kepri.

“Dari pertemuan itu kami yakin dapat bekerja jadi Anggota Satpol PP,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus memaparkan, pada Desember 2018 hingga Mei 2019, mereka ditugaskan secara bergantian, di beberapa kantor dinas OPD.

“Tapi sampai sekarang kami belum terima gaji. Dan tak ada kejelasan Surat Keputusan (SK) menjadi Anggota Satpol PP hanya janji-janji Leman saja,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Supri mengaku membayar Rp 7 juta kepada Leman untuk menjadi THL Satpol PP Pemrov Kepri.

BACA:  BMKG Tanjungpinang: Kekeringan Bakal Terjadi Hingga September

Supri pun berusaha menagih janji leman untuk kepastian THL dan gaji. Namun Leman hanya memberikan pemahaman dengan berbagai alasan, dan kini nomor ponsel Leman tidak aktif lagi.

Atas permasalahan tersebut, 5 korban mendatangi Mapolres Tanjungpinang. Dan melaporkan peristiwa kronologis dugaan penipuan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tanjungpinang, Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dengan nomor LP-B /132/VIII/Kepri/SPK-SPK-Res TPI atas nama pelapor, Ari Setyawan, yang ditandatangani oleh Kanit SPKT, Ipda Riduan Ginting. (rul)

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT