Guru Cabuli Murid Sesama Jenis, Direkam Lalu Disebar
HARIANKEPRI.COM | 13/08/2019 16:29
Guru Cabuli Murid Sesama Jenis, Direkam Lalu Disebar
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie didampingi Humas, Ipda Suriya dan Kanit PPA menujukan barang bukti dan pelaku, di Mapolres Tanjungpinang, Senin (12/8/2019)-f/masrun-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Seorang guru Bahasa Inggris berinisial PDB 25 tahun di salah satu SMK, Kota Tanjungpinang ditangkap polisi karena berbuat cabul terhadap muridnya

PDB diduga melakukan tindakan cabul terhadap muridnya berinisial A 18 tahun berjenis kelamin laki-laki. Perbuatan tersebut dilakukan mulai November 2018 hingga Mei 2019 lalu.

BACA: Oknum Guru Cabuli Siswa, PGRI Tak Akan Berikan Pembelaan

“Pelaku berbuat cabul terhadap A di rumah pribadinya, Jalan Hutan Lindung, Kota Tanjungpinang,” ucap Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie, saat konferensi pers di Mapolres Tanjungpinang, Senin 12 Agustus 2019.

Efendri menegaskan, atas perbuatan pelaku dijerat pasal 289 KUHPidana, dan diancam maksimal 9 tahun penjara.

Pihaknya mengamankan barang bukti, 1 unit handphone merek Oppo miliki korban. Sedangkan bukti pelaku yakni, 1 unit handphone merek Iphone 5, 1 unit laptop merek Asus, 1 keping CD digital hasil rekaman video asusila berdurasi 0,23 detik dan 1 set sprei.

BACA: Tiga Terdakwa Pencurian Plat Baja Dijatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara

Menurut Efendri, berdasarkan pengakuannya, korban A dicabuli sekitar 14 kali dan keterangan pelaku tidak tahu melakukan berapa kali. "Pelaku mempraktekan berbagai jenis model asusila di rumahnya sendiri,” jelasnya.

Efendri menerangkan kronologis terjadinya perbuatan tersebut. Awalnya, korban memiliki masalah dengan rekan akun di salah satu media sosial (medsos).

Kemudian korban yang saat itu berusia 17 tahun mendatangi guru tersebut di rumahnya, dengan harapan mendapatkan solusi atas problem yang dialaminya saat itu.

BACA: Golkar Usulkan 3 Nama untuk Duduk Jadi Wakil Ketua DPRD Natuna

Namun dimanfaatkan oleh pelaku atas kelemahan muridnya, yang berujung melakukan tindakan yang tak bermoral kepada A. “Korban diancam, jika tidak mengikuti kemauannya maka nilai bahasa Inggris nya error,” terang Efendri saat didampingi Humas Polres Tanjungpinang, Ipda Suriya dan Kanit PPA nya.

Efendri menambahkan, jumlah saksi yang diperiksa dalam kasus itu sebanyak 4 orang yakni, kedua orang tua korban, Mu dan AA selaku penerima video asusila pelaku dan korban.

“Pelaku merekamnya di hp, kemudian disimpan di laptopnya. Infonya disebarkan pelaku lagi kami selidiki,” tutupnya. (rul)

HARIANKEPRI.COM


BERITA TERKAIT