Orang Gila di Medan Lempar Bongkahan Batu Besar ke Pengendara Motor Hingga Tewas
MEDANHEADLINES.COM | 04/02/2021 14:01
Orang Gila di Medan Lempar Bongkahan Batu Besar ke Pengendara Motor Hingga Tewas

MEDANHEADLINES.COM, Deli Serdang – Nasib naas dialami Seorang pengendara sepeda motor tewas di Tanjung Morawa. Pasalnya, korban yang bernama Rudi Sutrisno ini tewas usai terkena lemparan batu dari orang gila saat melintas di kawasan Jalan Medan-Lubukpakam, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Senin (1/2).

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin mengatakan adapun korban saat itu sedang mengendarai Sepeda motornya bersama calon istrinya yaitu Dini Armayami

“Saat melintas persis di depan Pos Lantas Tanjung MorawaDari jarak 3 meter melihat seorang laki-laki dewasa sedang berdiri di pinggir jalan sambil memegang batu besar dengan ke dua tangannya. Kemudian saat kendaraanya, mendekat pelaku tersebut melemparkan batu besar pecahan coran semen, ke arah tubuh korban,dan mengenai tulang rusuk kirinya,” ujar Sawangin, Rabu (3/2).

Tak terima dengan perlakukan pelaku, Korban sempat melaporkan kejadian tersebut Polsek Tanjung Morawa.

"Personil Piket Bhabinkamtibmas, serta Piket unit Reskrim Polsek Tanjung Motawa langsung mengejar pelaku dan setelah tertangkap mengamankan pelaku ke kantor Polsek Tanjung Morawa,” ujar Sawangin

Usai mengalami pelemparan selanjutnya korban dibawa berobat ke klinik Pratama Desa Limau manis Kecamatan Tanjung Morawa. Setelah dari klinik, korban di bawa pulang ke rumahmya.

“Lalu pada pukul 21.30 WIB, korban kembali merasa kesakitan dan keluarga membawanya ke RS.Siti Fatmawati, Namun Saat tiba di Rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujar Sawangin.

Terhadap pelaku pelemparan, kata Sawangin masih dilakukan penyelidikan namun diduga pria tanpa identitas tersbut mengalami gangguna kejiwaan.

“Setelah diintrogasi bicaranya lari lari (ngelantur).Bisa dikatakan sakit mental,” ujar Sawangin

Meskipun begitu, pihaknya akan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa, untuk memastikan kondisikejiwaanya

"Tetap diproses, dan Ini akan segera dikirim ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan. Jadi yag menyatakan dia ganguan mental atau tidak itu bukan dari kepolisian tapi dari rujukan atau vonis kesehatan,” ujarnya.

Hingga saat ini kata Sawangin, identitas tersangka juga belum diketahui. Saat ditanya polisi, pelaku menyebutkan identitas yang berbeda beda.

"KTP tidak ada dari saku celananya, bahkan ditanya namanya dia tertawa dan selalu tersenyum. Sebentar dia mengatakan namanya ini, namanya itu, ada tiga sampai empat kali berubah,” pungkasnya. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT