Tak Pakai Masker di Medan, KTP Ditahan Selama Tiga Hari dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan
MEDANHEADLINES.COM | 15/09/2020 08:10
Tak Pakai Masker di Medan, KTP Ditahan Selama Tiga Hari dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Puluhan Warga yang melintas di kawasan Jalan Bukit Barisan Medan terjaring dalam Operasi Yustisi di Kota Medan, Senin (14/9) siang.

Warga yang kedapatan tidak pakai masker langsung dikenakan dengan sejumlah sanksi.

Bagi warga yang ber KTP Kota Medan KTP nya langsung ditahan selama tiga hari sesuai Peraturan Walikota Medan sedangkan warga yang KTPnya tidak warga Medan disuruh bernyanyi lagu kebangsaan dan berjanji tetap pakai masker.

“Harapannya dengan operasi Yustisi yang melibat seluruh unsur Forkominda, diharapkan warga semakin sadar untuk memakai masker demi kesehatan sendiri,”Ungkap Humas PN Medan, Immanuel Tarigan yang memimpin langsung persidangan penegakan displin Protokol Kesehatan.

Semetara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, operasi Yustisi ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia mulai senin pagi. Operasi Yustisi ini diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid 19, yang saat ini jumlah kasusnya masih tinggi di Sumut. Menurut jenderal bintang dua itu, hingga senin ini angka terkonfirmasi Covid 19 di Sumut sudah mencapai angka 8.500 orang, serta jumlah kasus meninggal 356 orang.

“Hari ini secara serentak di seluruh Indonesia dilakukan operasi Yustisi untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus. Ini dilakukan karena khusus di Sumut peningkatan sangat signifikan. Hari ini yang terkonfirmasi untuk terpaparan corona virus 8.500 orang dengan yang meninggal 356 orang. Hni harus kita kendalikan sehingga persebaran corona virus ini bisa kita putus mata rantai,” kata Martuani.

Dikatakan Martuani, operasi Yustisi akan dilaksanakan hingga kasus penyebaran virus corona di Sumut benar ” benar bisa dikendalikan. Operasi akan dihentikan jika kasus penyebaran covid -19 mengalami penurunan dan masyarakat sudah disiplin menerapkan wajib masker dan mematuhi protokol kesehatan.

“Sampai kita tim gugus tugas Covid 19 dalam hal ini pak Gubernur merasa perlu untuk menghentikan dan bisa kita kendalikan penyebaran corona virus di Sumut. Jangan sampai terus meningkat karena ini tidak bisa lagi kita kendalikan,” ujar Kapolda.

Martuani menegaskan, selama operasi Yustisi satu minggu ke depan, para pelanggar hanya dikenakan sanksi sosial dan peringatan dari petugas. Mulai dari menyapu jalan, bernyanyi, hingga menghafal lagu Indonesia Raya. Namun, sanksi lebih berat bakal menanti warga yang tetap tidak mengindahkan himbauan petugas. Mulai denda dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Termasuk menutup lokasi usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bervariasi mulai dari denda yang paling ringan sampai dengan untuk tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan corona virus penutupan tempat usaha. Denda mulai Rp 100 ribu untuk perorangan sampai dengan tempat usaha Rp 300 ribu. Itu mungkin dari minggu ” minggu ini kita sosialisasi, tidak langsung menerapkan denda,” tegas Kapolda Sumut. (red)


BERITA TERKAIT