Tinggalkan PDIP, Plt Wali Kota Medan Hijrah ke Demokrat, Pengamat: Harga Mahal Politik Dinasti
MEDANHEADLINES.COM | 27/07/2020 10:40
Tinggalkan PDIP, Plt Wali Kota Medan Hijrah ke Demokrat, Pengamat: Harga Mahal Politik Dinasti
Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pengamat politik dari Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara Shohibul Anshor Siregar angkat bicara terkait kepindahan Akhyar Nasution ke Partai Demokrat.

Menurutnya, Kepindahan tersebut merupakan harga mahal yang dibayar PDIP karena memilih politik dinasti.

“Ini adalah harga yang cukup mahal yang mesti dibayar oleh PDIP karena memilih jalan politik dinasti. Bobby Nasution beroleh prioritas hingga mengorbankan petahana Akhyar Nasution,” ujar Shohibul, Sabtu, (25/7/2020).

Menurut Shohibul, Pilihan yang diambil Akhyar Nasution ini bukanlah hal yang mudah, apa lagi Akhyar memang dibesarkan dan sekaligus ikut membesarkan PDIP

“Ini tidak berhenti sampai di situ. Karena di internal PDIP tentu saja ada gejolak pro dan kontra. Bisa saja langkah Akhyar Nasution akan didukung oleh kader di grassroot, dalam arti berpartisipasi penuh memenangkannya meski tak ikut pindah partai,” jelasnya.

Shohibul juga menduga, Pilihan Akhyar ini bisa mendapatkan empati dari khalayak karena Akhyar seperti dikorbankan.

“Kita tahu dua pilpres terakhir tak pernah memenangi Jokowi di Medan. Ada potensi keterusan dalam arti Bobby dianggap sebagai personifikasi Jokowi. Ini urusan pelik yang dihadapi PDIP dan Bobby Nasution serta tak terkecuali Jokowi,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat telah resmi mengusung Akhyar Nasution menjadi calon di Pilwalkot Medan 2020.

Akhyar kemungkinan besar akan berhadapan dengan menanti dari Joko Widodo (Jokowi) yaitu Bobby Nasution. Kabar diusungnya Akhyar ini juga dibenarkan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Medan, Salman Alfarisi.

Menurut Salman, Kehadiran koalisi PKS dan Demokrat justru sebagai upaya menghadirkan pilihan bagi masyarakat di Pilwalkot Medan.

“Partai politik kan ada banyak, ada yang bisa mengusung sendiri. Kita berharap gak head to head, sehingga masyarakat punya pilihan,” Pungkasnya. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT