PNS Pingsan dalam Mobil Tanpa Busana dengan Wanita Lain, Dilaporkan Istrinya ke Polisi
MEDANHEADLINES.COM | 11/06/2020 16:15
PNS Pingsan dalam Mobil Tanpa Busana dengan Wanita Lain, Dilaporkan Istrinya ke Polisi
Ilustrasi cowok putus cinta. shutterstock.com

MEDANHEADLINES.COM, Asahan – Kasus perselingkuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Asahan yang ditemukan pingsan di dalam mobil tanpa busana memasuki babak baru.

Istri dari Pelaku laki-laki yang berinisial ZUL (37) yaitu AMS (39) melaporkan perilaku suaminya itu ke polisi dengan dugaan kasus perzinahan.

Sebelumnya Zul dan HA( pelaku perempuan) yang juga ditemukan pingsan di dalam mobil, sudah dicopot dari jabatannya.

“Kami sekeluarga sangat terpukul dan malu dengan perbuatan maupun perilaku suami saya yang kedapatan selingkuh serta berbuat mesum dengan keadaan setengah bugil di dalam mobil Toyota Innova milik kami,” kata AMS kepada wartawan.

AMS juga mengatakan jika kejadian itu membuat trauma anak-anak mereka. Saat ini mereka murung dan lebih banyak mengurung diri.

Ternyata, bukan kali pertama Zul menyakiti hati AMS. Dia menuduh suaminya sudah sering main perempuan. HA Cuma salah satunya.

Bahkan, AMS mengaku pernah dipertemukan dengan HA April lalu. Lantaran AMS curiga dengan isi obrolan di handphone suaminya.

“Pertemuan saat itu di lapangan hoki Kisaran, dan dalam pertemuan tersebut dia menjelaskan bahwasanya di antara mereka berdua tidak ada apa apa, namun kenyataannya seperti ini. Kami sangat malu,” katanya.

AMS yang juga berstatus sebagai PNS berharap Bupati Asahan memecat Zul dan HA. Dia juga meminta polisi memroses kasus dugaan perzinahan itu.

Sebelumnya, ZUL dan HA ditemukan tidak sadarkan diri dalam keadaan setengah telanjang di dalam mobil Toyota Kijang Innova di Jalan Pabrik Benang, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Kamis (4/6) malam  sekitar pukul 23.00 Wib, Jumat (5/6).

Merespons kejadian itu, Kadis Pendidikan Asahan Sofyan telah mencopot ZUL dari jabatannya sebagai  Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Rawan Panca Arga, dan HA dari posisi Bendahara Dinas Pendidikan di Kecamatan Meranti. Keduanya dinilai sudah mencoreng nama baik institusi. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT