Jenazah ABK Kapal Cina Longxing 629 Tiba di Tapteng, Keluarga Minta Kematian Efendi Pasaribu Diusut
MEDANHEADLINES.COM | 12/05/2020 16:45
Jenazah ABK Kapal Cina Longxing 629 Tiba di Tapteng, Keluarga Minta Kematian Efendi Pasaribu Diusut

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Salah satu Jenazah TKI, Efendi Pasaribu (21) yan bekerja sebagai ABK kapal Longxing 629 tiba di Tapanuli Tengah, Senin (11/4)

Usai tiba, Jenazah kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga di Desa Pahieme II, Kecamatan Sorkam.
Sebelumnya, salah satu jenazah ABK yang bekerja di sebuah kapal Longxing 629 viral. Jenazah yang diketahui berasal dari Indonesia itu dibuang ke laut oleh rekan-rekanya.

Ayah korban, Hasurungan Pasaribu menyebut, anaknya sudah setahun bekerja menjadi ABK di kapal Jiongxing 629. Sebelum meninggal, anaknya itu sempat memberi kabar kepada keluarga. “Tanggal 26 April itu terakhir dia (Efendi) kasih kabar sama kami. Kabar duka kami dapat dari Jakarta,” ujarnya.

Kematian Efendi meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga. Meski jenazah telah berhasil tiba di Tapteng, pihak keluarga berharap agar penyebab kematian korban bisa terungkap.

“Harapan saya, ini harus diusut dulu sampai tuntas, apa yang terjadi sama anak saya dan kawan-kawannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Efendi, Kelentina Silaban menambahkan, beberapa waktu lalu dia mengaku sempat berkomunikasi dengan korban melalui lewat video call.

Saat itu, kata Lenteria kondisi anaknya sudah dalam keadaan sakit. “Kulihatlah mukanya sudah membengkak. Kutanyalah, kenapa mukamu nak? Ini sakitku Mak, jangan nangis Mak itu dibilangnya sama kami, ia aku tak nangis nak, kubilang,” tuturnya.

Lenteria mengatakan, dua hari kemudian anaknya kembali menghubungi lewat video call. Dalam video itu, terang Lenteria, anaknya sempat mengungkapkan ingin pulang ke Indonesia setelah selesai mengurus surat-surat di kantor.

“Kubilang, iya nak uruslah yah nak, biar berobat di kampung ya. Kemudian hari Minggu, itulah terakhir anakku menelpon sama ku,” ujarnya.

Lenteria menambahkan, Efendi Pasaribu bekerja di kapal tersebut melalui agen dan sudah berlayar selama 13 bulan.
Efendi, kata Lenteria juga sempat menyelesaikan pendidikan pelayaran di Jakarta kurang lebih 4 bulan.

“Senin kutelepon tak ada lagi menjawab. Kemudian, manajernya menelepon dan menyatakan Efendi Pasaribu telah meninggal dunia,” katanya.

Tulus Pasaribu, abang kandung Efendi Pasaribu sempat bercerita tentang adiknya itu. Menurutnya, Efendi adalah tipe orang yang tidak banyak bicara. Namun selalu berfikir dan bertindak dewasa.

Tulus mengaku percakapan terakhir dengan adiknya pada 26 April 2020. Saat berbicara, sang adik terlihat mengalami sesak napas.”Esok harinya, kami dapat kabar, adik saya sudah pergi. Terakhir kami video call, kulihat kondisinya wajahnya membengkak,” ujarnya.

Tulus menambahkan, saat adiknya itu sempat bercerita tentang kondisi mereka saat menjadi ABK. Beberapa rekannya mengalami sakit pada Desember 2019 lalu. “Bulan satu, sama bulan tiga itu, tiga orang dibuang ke laut. Sementara dia (Efendi) saat itu juga sudah dalam keadaan sakit. Pergi mendarat pun dari kapal lain,” ujarnya.(Hen)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT