Pelaku Pembunuhan di Ladang Buah Asam Berlatar Asmara Ditembak Mati Polisi
MEDANHEADLINES.COM | 26/02/2020 15:30
Pelaku Pembunuhan di Ladang Buah Asam Berlatar Asmara Ditembak Mati Polisi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Petugas kepolisian akhirnya berhasil meringkus Ganda Winata alias Gandrung, pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Yusuf (33) di ladang buah asam Jalan Jamin Ginting, Dusun I, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, 14 September 2018 lalu

Aksi pembunuhan ini dilakukan Winata bersama isteri korban, Chory Kumulia Dewi alias Chory (25). Chory sendiri telah ditangkap terlebih dahulu dan telah divonis 12 tahun penjara.

BACA: Pelaku Penipuan di Angkot Diringkus Polisi, Modusnya Jatuhkan Tas Berisi Uang

Saat ditangkap, Pelaku yang sudah melarikan diri selama 14 bulan itu terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap di Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu, (23/2)

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, tindakan tegas dilakukan petugas saat akan dilakukannya penangkapan terhadap Ganda di Pelalawan, Riau. ” Tersangka melawan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur pada saat akan dilakukannya penangkapan pada 23 Februari 2020,” katanya pada paparan di RS Bhayangkara Medan, Selasa (25/2/2020).

Isir juga mengatakan, selama lebih kurang 14 bulan petugas kepolisian terus memburu pelaku yang langsung melarikan diri usai membunuh korban.

“Selama ini tim Reskrim tidak diam. Tetap dilakukan pengejaran terhadap pelaku yang berperan sebagai perencana dan eksekutor terhadap korban Yusuf. Kurang lebih tiga bulan terakhir menemui titik terang.Sekitar 1 Minggu tim bergerak untuk memastikan. Karena melawan, dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKBP Maringan Simanjuntak menambahkan, jika motif pembunuhan ini adalah sakit hati sang isteri Choky karena merasa uang nafkah yang diberikan sang suami yang merupakan guru SD di Langkat.

“Motifnya, korban irit memberikan uang belanja. Sehingga istri berniat untuk mengeksekusi korban. Hasil penyelidikan ada, antara isteri korban dan pelaku laki-laki ini ada hubungan asmara, tapi TSK perempuan tidak mengakuinya,” jelasnya.

Penangkapan Winata dalam keadaan mati ini pun mengakhiri kasus pembunuhan ini. Ungkapan terima kasih pun disampaikan pihak keluarga. “Terima kasih telah menangkap pelaku dan mengungkap kasus ini,” ucap Nisa, keluarga korban (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT